Breaking News:

Kesehatan

Protein Hewani dan 9 Asam Amino Esensial Cegah Stunting pada Anak-anak

Anak kondisi stunting dapat mengalami gangguan kognitif, penurunan sistem imun, serta obesitas dan hipertensi saat dewasa.

The Telegraph
Ilustrasi anak-anak mengalami stunting atau tubuh pendek. 

Ketika anak masuk kondisi weight faltering atau kondisi kenaikan berat badan anak tidak adekuat bahkan stagnan, orangtua harus waspada.

Jikaa tidak segera diintervensi, bisa anak mengarah ke stunting.

Baca juga: TOT Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting bagi SDM Kesos Resmi Dibuka

Baca juga: Bappenas RI Sebut Kabupaten Tangerang Patut Menjadi Program Sampel Stunting PSN

Damayanti memaparkan dalam 3 bulan pertama, bayi harus naik antara 750-900 gram per bulan, dan 600 gram  perbulan oada 3 bulan berikutnya.

Bayi dengan berat  lahir 3 kilogram ketika kontrol hanya naik menjadi 3,5 kg itu sudah weight faltering.

Kekurangan berat badan itu harus dicari penyebabnya apakah air susu ibu (ASI) tidak cukup atau penyebab lainnya.

Dia  menyarankan,  anak mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan, kemudian diikuti makanan pendamping Air Susu Ibu (MPASI)  bergizi tepat dan lengkap. 

Specialized Nutrition Director PT Frisian Flag Indonesia William Lumentut mengatakan,  kualitas asupan gizi masih kurang maksimal pada pertumbuhan anak Indonesia.

William mengutipnya dari hasil riset The South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS).

Menurut dia, asupan proporsi protein hewani lebih rendah 30 persen dibandingkan protein nabati yang dibutuhkan sejumlah 70 persen.

Padahal, agar anak dapat berkembang maksimal, harus mendapatkan asupan gizi seimbang.

Baca juga: Ini Cara Cegah Stunting Sejak Dini: Gizi, Pola Asuh dan Berasuransi

Baca juga: Wali Kota Jakarta Pusat Sebut Asupan Gizi Jadi Poin Penting Cegah Stunting

Halaman
1234
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved