Bulan Suci Ramadan
Kiswah Kabah Semula Bukan Berwana Hitam, Pabrik Ini yang Membuatnya
Tahukah Anda kain penutup Kabah Kiswah dulunya bukan berwarna hitam, sempat memakai kain putih hingga brokat merah
Pabrik khusus
Selama era Saudi, Kiswah telah mendapat perhatian besar.
Negara Islam yang ada di Mesir pada saat itu terus mengirimkan Kiswah selama berabad-abad.
Pendiri Saudi, Raja Abdul Aziz memberikan arahan untuk pendirian pabrik pembuatan Kiswah di lingkungan Ajyad, dekat dengan Masjidil Haram.
Di situ terdapat rumah pertama yang didedikasikan untuk menenun Kiswah pada 1926. Itu adalah pabrik tempat Kiswah pertama di era Saudi diproduksi di Mekkah.
Produksi kemudian dipindahkan ke Umm Al-Joud. Lokasi baru ini dilengkapi dengan mesin-mesin canggih terkini dalam industri tenun pada masa itu dan terus memproduksi Kiswah yang melampaui kualitas sebelumnya.
Keputusan kerajaan dikeluarkan oleh Raja Salman untuk mengubah nama pabrik Kabah Kiswah menjadi Kompleks Raja Abdul Aziz untuk Kabah Kiswah.
Bagian desalinasi adalah bagian pertama dari kompleks tersebut. Ini bertanggung jawab atas kemurnian air, yang mencerminkan kualitas dan tekstur sutra, dan desalinasi air tanah untuk mencuci dan mewarnai sutra.
Proses pewarnaan dimulai setelah pengangkatan lapisan lilin yang melapisi benang sutra.
Sutra tersebut kemudian diwarnai dengan warna hitam dan hijau menggunakan bak air panas dan bahan kimia khusus.
Semua dicampur dan ditimbang dalam ukuran tertentu untuk memastikan tingkat kestabilan warna yang diperlukan.
Lapisan katun Kiswah juga dicuci dan sutra kemudian diwarnai dengan hitam untuk tirai luar dan dengan hijau untuk penutup dalam, seperti halnya untuk penutup kamar Nabi Muhammad.
Setiap Kiswah membutuhkan 670 kg sutra alami.
Berbagai pengujian dilakukan pada benang sutra dan kapas untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang dipersyaratkan.
Sesuai dengan ketentuan kekuatan benang sutra dan ketahanannya terhadap erosi dan kondisi iklim.
Pengujian pada benang berlapis perak juga dilakukan untuk memastikan kesesuaian dan kualitasnya.
Tahap pembuatan
Pembuatan Kiswah dibagi menjadi lima tahap.
Pertama, tahap pencelupan bahan sutera yang bisa memakan waktu selama 24 jam.
Sutra kemudian berubah menjadi putih menyilaukan dan kemudian diwarnai hitam atau hijau tergantung pada bagian mana dari Kiswah itu.
Setiap benang yang akan digunakan untuk pelapis juga diwarnai dengan warna yang sesuai.
Kemudian tahap kedua yaitu menenun.
Sebelumnya sebagian besar penenunan dilakukan dengan tangan. Namun, untuk bagian Kiswah yang lebih besar penenunan dilakukan secara mekanis.
Tenunan tangan masih digunakan untuk sentuhan akhir yang hanya bisa ditambahkan dengan sentuhan artistik manusia.
Tahap selanjutnya adalah pencetakan semua desain dan kaligrafi yang akan ditempatkan pada “Hizam” atau pada bagian Kiswah yang dibordir.
Fase keempat adalah sulaman yang sebenarnya dan merupakan tahap terpanjang dan paling berat.
Semua desain dan kaligrafi dibordir dengan tangan dengan benang perak dan emas.
Fase terakhir adalah proses persiapan untuk memasangnya di Kabah.
Koordinasi diperlukan dalam penempatan sudut Kiswah, sehingga desain dan ayat yang tepat dapat ditampilkan di tempat yang ditentukan.
Lapisan tambahan dapat ditambahkan ke beberapa area. Setiap tahun pada hari ke 9 Dul Hijjah, bulan haji, Kiswah baru siap dipasang di Kabah.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kiswah: Kisah di Balik Penutup Kabah di Mekkah"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kain-kiswah-penutup-kabah-aslinya-bukan-berwarna-hitam.jpg)