Senin, 18 Mei 2026

Bulan Suci Ramadan

Kiswah Kabah Semula Bukan Berwana Hitam, Pabrik Ini yang Membuatnya

Tahukah Anda kain penutup Kabah Kiswah dulunya bukan berwarna hitam, sempat memakai kain putih hingga brokat merah

Tayang:
dok MTC
Kain Kiswah penutup Kabah aslinya bukan berwarna hitam, sempat berganti warna kain 

Warna penutup Kabah telah berubah secara teratur selama berabad-abad.

Nabi Muhammad menutupinya dengan kain dari Yaman bergaris putih dan merah.

Lalu Abu Bakar Al-Siddiq, Umar ibn Al-Khattab, dan Utsman ibn Affan menutupinya dengan warna putih.

Ibn Al-Zubayr menutupinya dengan brokat merah.

Pada zaman Abbasiyah, Kabah pernah dibungkus dengan warna putih sekali, dan sekali dengan warna merah.

Sedangkan Sultan Seljuk menutupinya dengan brokat kuning.

Khalifah Abbasiyah Al-Nassir mengubah warna Kiswah menjadi hijau dan kemudian menjadi brokat hitam.

Warna ini kemudia tetap dipertahankan hingga hari ini.

Fawaz Al-Dahas, direktur Pusat Sejarah Mekkah, mengatakan kepada Arab News: “Kabah ditutupi sekali dengan kain warna putih, sekali warna merah, dan sekali dengan hitam. Pilihan warna didasarkan pada sumber pengadaannya di setiap zaman."

Baca juga: IBADAH Haji 2020 Mulai Berlangsung, 10.000 Jemaah Pakai Masker dan Jaga Jarak Tawaf Keliling Kabah

Kain Qubati dibawa dari Mesir dan merupakan salah satu jenis kain terbaik yang digunakan untuk menutupi Kabah.

Yamani Kiswah juga merupakan kain berkualitas dan paling terkenal pada saat itu.

Tentang mengapa warna berubah seiring waktu, Al-Dahas mengatakan putih adalah warna yang paling terang, tapi tidak tahan lama.

Warna itu mudah robek dan kotor saat peziarah menyentuhnya.

Karena tidak praktis atau kurang tahan lama, maka warnanya diganti dengan brokat hitam-putih dan shimla, yang digunakan untuk menutupi tenda-tenda Arab.

Baca juga: Dana Haji untuk Investasi, Maruf Minta BPKH Tingkatkan Kerja Sama Berskala Internasional

“Kiswah awalnya berubah dari waktu ke waktu bergantung dari siapa yang “bertanggung jawab” menyediakannya. Ini telah terjadi di era Kekhalifahan Rashidun, Umayyah, dan Abbasiyah,” katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved