Bulan Suci Ramadan

Hidangan Buka Puasa Lanjut untuk Makan Sahur Tanpa Harus Dihangatkan, Ini Tips Praktisnya

Dokter Putri Sakti, spesialis gizi klinik dari UI tidak menyarankan Anda menghangatkan makanan berbuka agar bisa dikonsumsi kembali saat sahur.

Instagram/@resepmamajo
Untuk menu sahur, dr Putri Sakti merekomendasikan Anda hidangan berkuah semisal sop dengan sayuran yang bervariasi atau ditambah bahan lain semisal ayam, daging atau kacang merah. Foto ilustrasi: Sayur bening bayam kerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Awal-awal puasa biasanya masih sangat bersemangat bangun dini hari untuk makan sahur.

Tetapi memasuki minggu kedua puasa Ramadan dan seterusnya, biasanya mulai muncul rasa malas dengan alasan ngantuk untuk memasak menyiapkan makan sahur, meski sekadar menghangatkan masakan yang sudah ada.

Untuk itu, dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia dr Putri Sakti tidak menyarankan Anda menghangatkan makanan berbuka agar bisa dikonsumsi kembali saat sahur.

Video: ICIP-ICIP Yuk: Tempat Makan Bebek Bentu, Rasa Sambelnya Bikin Gobyos

Ketimbang menghangatkan makanan, Anda bisa misalnya menyiapkan bumbu untuk dua porsi sekaligus, sembari menyiapkan bahan masakan untuk sahur.

"Memang yang terbaik tidak boleh dipanaskan (dihangatkan). Saya sarankan bikin bumbunya untuk dua porsi, saat buka dan sahur," kata dr Putri Sakti dalam webinar "Dokter Menjawab" bertema dalam "Diet dan Olahraga di Bulan Puasa", Rabu (14/4/2021) sore.

Misalnya membuat sop, bumbu dasarnya dibuat dobel, lalu kaldunya dibuat satu panci besar.

Baca juga: Rizky Billar Kurang Tidur saat Mengisi Acara Sahur dan Buka Puasa Ramadan di Televisi

Baca juga: Anies Izinkan Rumah Makan, Kafe, hingga Restoran Buka Saat Sahur dan Buka Puasa, Ini Aturannya

"Nanti saat sahur tinggal masukkan sayurannya saja dengan harapan kandungan dalam sayuran tidak rusak," kata dr Putri Sakti.

Untuk menu sahur, Putri merekomendasikan Anda hidangan berkuah semisal sop dengan sayuran yang bervariasi atau ditambah bahan lain semisal ayam, daging atau kacang merah.

Jadi, dalam satu hidangan ini juga mencakup sumber vitamin, protein hewani dan nabati.

"Saya pilih kuah-kuahan karena kita membutuhkan menambah cairan untuk seharian, di samping juga tidak ribet membuatnya," kata dr Putri Sakti.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Sahur Ramadan Pemkot Tangsel Izinkan Layanan Pesan Antar Makanan Hingga Pukul 04.00

Lalu, dengan variasi sayur. Masukkan juga ayam potong atau besoknya dengan daging, kacang merah.

Jadi dalam satu kali masak sudah ada protein hewani, nabati dan sayur.

Bila ingin menghidangkan ikan balado, Anda juga bisa menambahkan tahu dan tempe.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved