Kesehatan
Persiapan Protokol Kesehatan Ketat pada Anak saat Sekolah Tatap Muka Kembali Digelar
Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan hal wajib diindahkan masyakat, terutama masa pandemi virus corona atau Covid-19 seperti sekarang.
Penulis: LilisSetyaningsih |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat Pemerintah mulai melakukan uji coba sekolah tatap muka, banyak orangtua masih khawatir penularan Covid-19.
Kebijakan pemerintah itu tentu sudah melewati kajian mendalam sehingga tugas orangtua mempersiapkan si kecil agar terhindar dari penyebaran virus setahun lebih di Indonesia.
Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan hal wajib diindahkan masyakat, terutama masa pandemi virus corona atau Covid-19 seperti sekarang.
“Praktik 3M yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker adalah cara sederhana dan efektif dalam mencegah penyebaran penyakit Covid-19," kata Muhammad Zainal, WASH (Water, Sanitation & Hygiene) Specialist UNICEF Indonesia saat peluncuran SoKlin Antisep belum lama ini.
Praktik ini perlu dibarengi dengan edukasi publik yang terus menerus untuk menjadikan ini sebagai kebiasaan yang berkesinambungan.
"Perlu diingat bahwa disiplin 3M dimulai dari diri kita sendiri, dari rumah kita sendiri, dan kepatuhan kita melakukan 3M bisa melindungi diri dan orang lain tertular virus Corona,” ujarnya.
Baca juga: UPDATE Sekolah Tatap Muka: SMKN 2 Jakarta Perketat Protokol Kesehatan, Siapkan Ruang Ganti Baju
Baca juga: Piloting Pembelajaran Tatap Muka di Jakarta Dilakukan untuk Bangun Kepercayaan Orangtua
Terkait wacana pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka, Zainal mengatakan bahwa ada beberapa catatan penting harus dipahami dan dipatuhi.
“UNICEF sejalan dengan Pemerintah dalam hal pembukaan kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka karena penutupan sekolah akibat pandemi Covid-19 dalam jangka panjang akan memberikan dampak negatif terhadap anak khususnya dari segi pendidikan," ujarnya.
Beberapa dampak pembelajaran jarak jauh di antaranya meningkatnya risiko anak putus sekolah, kendala tumbuh kembang.
Kualitas pembelajaran disebabkan ada perbedaan akses pembelajaran jarak jauh.
Kesehatan mental dan psikososial karena minimnya interaksi anak dengan guru, teman dan dunia luar.
Namun, pembukaan kembali sekolah harus diikuti diterapkannya protokol kesehatan dan sekolah aman yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, guru, keluarga dan masyarakat.
Layanan pendidikan selama pandemi juga harus mempertimbangkan kondisi tumbuh kembang dan psikososial siswa.
Penerapan protokol kesehatan yang baik dan lingkungan sekolah yang aman tentunya merupakan faktor harus dipenuhi jika pembelajaran tatap muka kembali dilakukan.
Hal itu bertujuan untuk mengurangi angka infeksi Covid-19 melalui klaster sekolah.
Baca juga: Usai Belajar Tatap Muka di Sekolah, Siswa Dipantau Agar Tak Pulang Naik Angkutan Umum
Baca juga: Assesmen Berjalan, Sekolah Uji Coba Belajar Tatap Muka di Jakarta Utara Bisa Bertambah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/desy-002-0704.jpg)