Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Piloting Pembelajaran Tatap Muka di Jakarta Dilakukan untuk Bangun Kepercayaan Orangtua

Diadakannya piloting (percontohan) sekolah dalam uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) bertujuan untuk membangun kepercayaan orangtua pelajar.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antarlembaga pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja meminta orangtua tidak perlu khawatir karena dinas telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Foto ilustrasi: Para siswa SMKN 2 Jakarta, Rabu (7/4/2021), melaksanakan uji coba sekolah tatap muka terbatas. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR -- Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan, diadakannya piloting (percontohan) sekolah dalam uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) bertujuan untuk membangun kepercayaan orangtua pelajar.

Dinas menyadari tingkat kepercayaan orangtua terhadap PTM masih rendah dikisaran 20-30 persen, sementara sisanya masih khawatir dengan adanya pandemi Covid-19.

Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antarlembaga pada Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja meminta orangtua tidak perlu khawatir karena dinas telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Video: Pemprov DKI Jakarta Mulai Berlakukan Uji Coba PTM 85 Sekolah 

Dari mengatur jarak antarpelajar, mewajibkan memakai masker, membatasi jumlah orang yang berada dalam kelas, hingga wajib mencuci tangan sebelum masuk ke sekolah.

Bahkan, sekolah juga rutin disterilisasi memakai cairan disinfektan untuk memusnahkan virus Covid-19 yang kemungkinan menempel di fasilitas sekolah.

"Saya kunjungan ke SMK 16 kemarin itu, akhirnya malah semangat melihat temannya pada sekolah ketika belajar di kelas," kata Taga pada Kamis (8/4/2021).

Baca juga: VIDEO 45 Siswa SMKN 2 Jakarta Jalani Sekolah Tatap Muka Terbatas

Baca juga: VIRAL Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Bogor Langgar Protokol Kesehatan, Bupati Tegur Sekolah

Tidak hanya itu, kata dia, dinas juga telah menyiapkan petugas di bagian selasar kelas untuk memastikan protokol kesehatan selalu diterapkan.

Mereka juga mengawasi anak-anak ketika hendak pulang, dan memastikan mereka pulang dijemput pihak keluarga atau membawa kendaraan sendiri.

"Kalau naik angkutan umum pakai bus sekolah dari Dishub, dan mudah-mudahan mereka bercerita kepada temannya yang mengikuti online, sehingga bisa membangun rasa percaya (penerapan PTM)," ujar Taga.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved