Kamis, 23 April 2026

Teknologi

TikTok Live Streaming Lebih Menarik dengan Pendekatan Diversity Innovation

TikTok mendorong kreator dan merchant untuk mengembangkan live streaming yang lebih menarik melalui pendekatan Content Diversification.

|
Tiktok
Lambang tiktok. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar TikTok secara global.

Hingga Oktober 2025, jumlah pengguna TikTok di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 180,11 juta akun, menjadikannya basis audiens yang sangat besar bagi brand dan kreator. 

Dengan jangkauan tersebut, TikTok tidak lagi berfungsi hanya sebagai platform hiburan, tetapi telah berkembang menjadi kanal strategis untuk menjangkau konsumen secara langsung.

Dalam ekosistem tersebut, fitur live streaming memiliki peran yang semakin penting. Di Indonesia, aktivitas penjualan di TikTok Shop banyak didorong oleh sesi live streaming, yang oleh pelaku industri dinilai memberikan kontribusi utama terhadap total transaksi.

Hal ini menegaskan bahwa live streaming telah menjadi bagian inti dari pengalaman belanja pengguna TikTok di Tanah Air.

Program Content Diversification untuk Live Streamer

TikTok mendorong kreator dan merchant untuk mengembangkan live streaming yang lebih menarik melalui pendekatan Content Diversification.

Tujuannya adalah agar sesi live tidak terasa monoton dan tetap relevan dengan minat audiens.

Dalam praktiknya, pendekatan ini dikenal sebagai Diversity Innovation, yaitu strategi yang berfokus pada variasi format live, peran host, serta tema konten yang diangkat.

Melalui Diversity Innovation, live streaming tidak lagi diposisikan hanya sebagai ruang promosi produk. Sebaliknya, live diarahkan menjadi sebuah pengalaman yang seru dan selalu dinantikan oleh audiens, terutama bagi kreator dan merchant yang melakukan live secara rutin.

Pada kuartal empat, TikTok menghadirkan tiga campaign yang dirancang untuk mendukung penerapan strategi ini, di antaranya:

1. Diversity Innovation

Diversity Innovation berangkat dari pemahaman bahwa audiens membutuhkan konten yang bervariasi agar tidak cepat bosan.

Melalui pendekatan ini, TikTok mendorong kreator untuk mengkombinasikan materi kampanye, potongan video, atau tema tertentu dengan identitas brand serta style konten masing-masing. 

Kreator diarahkan untuk mengolah konten agar relevan dengan karakter audiens yang dituju. Pendekatan ini memberi ruang bagi kreativitas tanpa menghilangkan pesan utama brand.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved