Rabu, 29 April 2026

Teknologi

Epson dan IDC Rilis Whitepaper Digital Dye-Sublimation untuk Industri Tekstil Berkelanjutan

Epson merilis whitepaper bertajuk Digital Sublimation Printing yang menyoroti peran teknologi digital dye-sublimation di industri cetak tekstil.

Epson
Epson merilis whitepaper terbaru bertajuk Digital Sublimation Printing: Driving Customer Value, Sustainability, and Growth hasil kolaborasi dengan International Data Corporation (IDC). Laporan ini menyoroti teknologi digital dye-sublimation mendorong pertumbuhan pendapatan delapan kali lebih cepat dibandingkan metode sablon konvensional. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Epson merilis whitepaper terbaru bertajuk Digital Sublimation Printing: Driving Customer Value, Sustainability, and Growth hasil kolaborasi dengan International Data Corporation (IDC).

Laporan ini menyoroti peran teknologi digital dye-sublimation dalam mentransformasi industri cetak tekstil di Asia Tenggara.

Whitepaper tersebut disusun berdasarkan survei regional terhadap pemilik dan pengambil keputusan perusahaan cetak tekstil di Indonesia, Filipina, dan Thailand.

Hasil riset menunjukkan bahwa pelaku industri semakin beralih ke solusi digital untuk menjawab peningkatan ekspektasi pelanggan, tekanan ekonomi, serta tuntutan keberlanjutan.

Permintaan kustomisasi dan keberlanjutan meningkat

Menurut data IDC, pengiriman printer digital dye-sublimation di kawasan Asia Pasifik meningkat signifikan, dari kurang dari 1.500 unit pada 2017 menjadi proyeksi lebih dari 3.000 unit pada akhir 2025.

Sebanyak 44 persen responden menyebut efisiensi biaya untuk produksi skala kecil dan kebutuhan kustomisasi sebagai alasan utama adopsi teknologi ini.

Digital dye-sublimation dinilai mampu menghasilkan warna cerah dengan beragam desain, termasuk untuk produksi satuan.

Pertumbuhan pendapatan lebih cepat

Laporan tersebut juga mencatat bahwa perusahaan yang berinvestasi pada teknologi digital dye-sublimation mencatat pertumbuhan pendapatan delapan kali lebih cepat dibandingkan metode sablon konvensional.

Dalam periode 24 bulan, rata-rata pertumbuhan mencapai 8,4 persen, dibandingkan sedikit di atas 1 persen pada metode tradisional.

Berbeda dengan sablon yang membutuhkan jumlah cetak minimum besar, dye-sublimation memungkinkan produksi skala kecil dan sesuai permintaan (on-demand).

Selain mencetak gulungan kain, teknologi ini juga dapat digunakan untuk aplikasi kecil seperti label dan tag tekstil.

Sebanyak 60 persen penyedia layanan cetak yang disurvei melaporkan keberhasilan memperluas segmen pelanggan, mulai dari penyelenggara acara hingga pemilik merek dan desainer kain.

Dorongan tren gaya hidup aktif

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved