Sabtu, 2 Mei 2026

May Day 2026

Demo May Day di Bandung Ricuh, Pos Polisi dan Videotron Dibakar

Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung berujung ricuh.

Tayang:
Editor: Joanita Ary
KOMPAS.COM/Tidak Ada
DEMO BURUH -- Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung berujung ricuh. Insiden pembakaran terjadi di kawasan Simpang Tamansari pada Jumat (1/5/2026) malam, memicu kepanikan warga serta gangguan arus lalu lintas di sekitar lokasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, Bandung — Aksi unjuk rasa yang berlangsung pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung berujung ricuh.

Insiden pembakaran terjadi di kawasan Simpang Tamansari pada Jumat (1/5/2026) malam, memicu kepanikan warga serta gangguan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kericuhan pecah saat sekelompok massa mulai bertindak anarkistis.

Mereka membakar sebuah pos polisi yang berada di sekitar simpang jalan, kemudian merusak dan membakar fasilitas umum lain, termasuk videotron yang terpasang di kawasan tersebut.

Api juga terlihat menyala di tengah ruas jalan, menghasilkan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan.

Situasi di lokasi sempat tidak terkendali, dimana sejumlah warga yang berada di sekitar kawasan itu berupaya menjauh untuk menghindari dampak kericuhan.

Sementara itu, arus kendaraan dari berbagai arah tersendat akibat penutupan jalan dan konsentrasi massa yang memenuhi badan jalan.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi bergerak untuk meredam situasi.

Petugas berupaya membubarkan massa serta mengamankan area yang terdampak pembakaran. 

Hingga Jumat malam, polisi masih terus melakukan pengamanan sekaligus menyisir lokasi guna memastikan tidak ada titik api lain yang berpotensi meluas.

Selain itu, aparat juga tengah mengusut pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran tersebut.

Identifikasi terhadap kelompok massa yang memicu kericuhan menjadi fokus utama, seiring upaya penegakan hukum terhadap tindakan anarkistis yang merusak fasilitas umum.

Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah kerugian akibat insiden ini.

Namun, kerusakan pada fasilitas publik diperkirakan cukup signifikan, mengingat objek yang terbakar berada di titik strategis pusat kota.

Peristiwa ini menambah catatan kelam peringatan Hari Buruh di sejumlah daerah, yang seharusnya menjadi momentum penyampaian aspirasi secara damai.

Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memicu kekacauan di tengah aksi unjuk rasa.

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved