Breaking News:

Jelajah Virtual UMKM Binaan YDBA Bagikan Resep Omset Meroket Di Tengah Pandemi

Di tengah terjadinya pandemi Covid-19 dan ekonomi yang lesu, perkembangan UMKM malah meroket. Mari simak kiatnya untuk bisa tingkatkan omset

Dok YDBA
Suasana Jelajah Virtual UMKM binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Tarikolot Bogor, UD Aneka Loyang yang dipandu oleh Fasilitator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) YDBA di Tarikolot, Eko Wandiro (kanan). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Sejalan dengan tema HUT Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) ke-41 yang akan jatuh pada tanggal 2 Mei 2021, inovasi dan kolaborasi menjadi hal penting bagi para pebisnis dalam menjalankan
usahanya, terlebih di masa pandemi yang telah berlangsung lebih dari 1 tahun ini.

Membuat produk sesuai dengan tren atau kebutuhan customer, memasarkan produk di pasar online dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk memasarkan produk serta bersungguh-sungguh
melakukan perbaikan dan meningkatkan kapasitas produksi adalah beberapa contoh aplikasi UMKM agar usaha yang dijalankan tetap eksis dan berkembang.

Baca juga: Distributor Bibit Parfum Macbrame Gerakkan UMKM Di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Kriteria yang Wajib Diikuti Bila Ingin Dapat BLT UMKM Rp 1,2 Juta, Jangan Sampai Terlewat Dokumennya

Hal tersebut lah yang sampai saat ini dilakukan oleh UMKM Manufaktur binaan YDBA di Tarikolot Bogor, UD Aneka Loyang dan UMKM Kuliner binaan YDBA di Bontang, Kalimantan Timur, Bonles Frozen Food.

Keduanya melakukan inovasi dan kolaborasi dalam bisnisnya, hingga kini bisnis tersebut tetap eksis dan menghasilkan omset yang meningkat di tengah kondisi pandemi yang tentu banyak berdampak pada usaha atau bisnis lainnya.

Pemilik UD Aneka Loyang, H. Nuryaman dan Pemilik Bonles Frozen Food, Santi Indriyana berbagi pengalaman dalam menjalankan inovasi di bisnisnya melalui kegiatan Jelajah Virtual UMKM YDBA, Kamis (8/4/2021).

Dalam acara ini, H. Nuryaman berbagi pengalaman bagaimana mengoptimalkan kesempatan yang diberikan YDBA untuk berkolaborasi dengan salah satu merchant di marketplace, yaitu Toko Pasti Puas
dalam meningkatkan omset usahanya sampai 200%, bahkan produknya masuk ke dalam pasar ASEAN, seperti Filipina, Singapura dan Malaysia. H. Nuryaman juga melakukan inovasi membuat produk loyang menggunakan mesin rol untuk meningkatkan produktivitas bisnisnya.

Baca juga: Diskusi Virtual Berbagi Kiat UMKM Binaan YDBA Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: YDBA dan PAMA Kawal Petani Konvensional Menjadi Petani Organik

Sedangkan Santy, pemilik Bonles Frozen Food berbagi pengalaman dengan melihat peluang bisnis di sekitarnya.

Bagi Santy, peluang tersebut adalah awal Santy untuk melakukan berbagai inovasi produk yang meningkatkan omset bisnisnya sepanjang pandemi hingga 50 – 100%.

Hadir dalam kegiatan Jelajah Virtual UMKM kali ini, yaitu Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala, Sekretaris Pengurus YDBA, Ida R. M. Sigalingging, Bendahara Pengurus YDBA, Handoko Pranoto dan Pemilik Merchant Toko Pasti Puas sebagai partner YDBA dalam memasarkan produk UMKM, Tania Seena Cahyono.

Dalam sambutannya, Sigit berharap pengalaman bisnis dari H. Nuryaman maupun Santi Indiryana yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi dalam usahanya, dapat menginspirasi pebisnis lain untuk
menerapkan hal yang sama. Sigit juga menambahkan, semoga semakin banyak stakeholder lain seperti Toko Pasti Puas yang memberi kesempatan UMKM untuk memasarkan produknya di pasar online.

Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Sigit P. Kumala saat memberikan sambutan pada acara Jelajah Virtual UMKM binaan
Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Sigit P. Kumala saat memberikan sambutan pada acara Jelajah Virtual UMKM binaan (Repro Zoom - Wartakotalive.com/Alex Suban)


UD Aneka Loyang, Eksis dengan Inovasi dan Kolaborasi

Memasuki Pasar Online H. Nuryaman adalah generasi pertama yang merintis UD Aneka Loyang pada tahun 1998.

Kompetensinya dalam membuat loyang didapat H. Maman, sapaan akrabnya dari pengalamannya bekerja di sebuah industri pembuat Loyang. Melibatkan anak dan menantu di dalam bisnisnya, H. Maman berharap usaha yang telah dirintisnya dapat terus berkembang dan tidak lagi menjadi usaha yang “one man show”.

Bergabung menjadi binaan YDBA pada tahun 2019, memberikan awareness H. Maman untuk menerapkan manajemen bisnis yang baik dalam usahanya. Melalui Pelatihan Basic Mentality, H. H. Maman mulai
membagikan job desc dengan tim nya. Melalui Pembukuan Sederhana, H. Maman mulai membenahi keuangan dalam bisnisnya, sehingga mengetahui berapa omset yang didapat dalam usahanya.

Melalui YDBA, H. Maman juga berkesempatan untuk memasarkan produknya di pasar online.

Pemilik UD Aneka Loyang, UMKM binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Tarikolot Bogor, H. Nuryaman (kanan), menunjukkan proses produksi serta produk loyang yang telah dijual di pasar online melalui merchant Toko Pasti Puas dalam kegiatan Jelajah Virtual UMKM yang diselenggarakan oleh YDBA.
Pemilik UD Aneka Loyang, UMKM binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Tarikolot Bogor, H. Nuryaman (kanan), membagi pengalaman proses produksi serta produk loyang yang telah dijual di pasar online melalui merchant Toko Pasti Puas dalam kegiatan Jelajah Virtual UMKM yang diselenggarakan oleh YDBA. (Repro Zoom - Wartakotalive.com/Alex Suban)

Sebelumnya H. Maman memasarkan produknya hanya di pasar offline, yaitu pasar tradisional di daerah Citeureup Kabupaten Bogor.

Kesempatan memasarkan produk secara online tersebut didapat H. Maman saat omset usahanya turun mencapai 50 %. Tepatnya di awal masa pandemi. H. Maman diperkenalkan YDBA dengan Toko Pasti Puas, sebuah merchant di berbagai Marketplace.

Memasarkan produk di merchant tersebut, menaikkan omset H. Maman hingga mencapai 200%. Bahkan, produk Loyang buatan H. Maman diterima di pasar ASEAN.

Baca juga: 40 UMKM YDBA Lakukan Promosi di Jakarta Fair Kemayoran 2019

Baca juga: BERITA FOTO : Studi Banding UKM Mitra YDBA di Pabrik GS Battery

Sejak Juli 2020 hingga Maret 2021 H. Maman telah men-supply produknya melalui Toko Pasti Puas sebanyak 9.180 pcs. Besarnya permintaan produk Loyang, tidak membuat H. Maman nyaman di zona
tersebut.

Di tengah order yang meningkat, H. Maman melakukan inovasi proses dalam pembuatan produk.

Awalnya membuat loyang bongkar pasang secara manual, saat ini menggunakan mesin rol.


Bonles Frozen Food Eksis Sepanjang Pandemi

Adanya Pandemi Covid-19 tak menyurutkan usaha UMKM dalam memasarkan produknya.

Malah dengan maraknya penjualan online, bisa menambah omset penjualan dengan mengoptimalkan peluang dan berinovasi.

Berawal dari seorang karyawan Santy memutuskan untuk memfokuskan diri menjadi pebisnis kuliner.Melihat peluang bisnis di sekitarnya, Santy mendirikan usaha Bonles Frozen Food pada 2 Februari 2016.

Mengawali bisnis dengan men-supply ikan lele ke cathering setiap 1 – 2 minggu sekali, Santy menjajal membuat lele yang dibumbui menjadi frozen food. Percobaannya pun membuahkan hasil yang tak disangka.

Pemilik Bonles Frozen Food, UMKM binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan PT Pamapersada Nusantara di Bontang Kalimantan Timur, Santi Indriyana (kanan), menunjukkan produk frozen unggulannya yang diproduksi berdasarkan kebutuhan customer di masa pandemi dalam kegiatan Jelajah Virtual UMKM yang diselenggarakan oleh YDBA.
Pemilik Bonles Frozen Food, UMKM binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan PT Pamapersada Nusantara di Bontang Kalimantan Timur, Santi Indriyana (tengah), menunjukkan produk frozen unggulannya yang diproduksi berdasarkan kebutuhan customer di masa pandemi dalam kegiatan Jelajah Virtual UMKM yang diselenggarakan oleh YDBA. (Repro Zoom - Wartakotalive.com/Alex Suban)

Minat para customer semakin meningkat, bahkan banyak permintaan untuk produk lainnya.

Hingga Santy pun membuat produk lain, seperti ikan mas bumbu, ayam ungkep bumbu, ayam rica-rica bumbu dan produk ikan air tawar lainnya yang dikemas dalam frozen food.

Santy mengoptimalkan media digital, yaitu media sosial untuk memasarkan produknya.

Mayoritas pelanggannya berasal dari media digital tersebut. Banyaknya ibu-ibu muda modern yang bekerja, menjadi peluang Santy untuk memasarkan produk frozen-nya.

Di masa pandemi, banyak ibu-ibu yang memilih membeli kebutuhan dapur termasuk lauk di toko ataupun media online.

Baca juga: Jika NIK KTP Tak Muncul di EForm BRI Penerima BLT UMKM Tahap 3, Ini Solusinya

Baca juga: Siapkan Dokumen dan Surat Pernyataan untuk Ambil BLT UMKM Rp 1,2 Juta di BRI

Peluang itu jugalah yang dimanfaatkan Santy untuk memastikan omsetnya tetap aman di masa pandemi.

Tak disangka, omset Bonles Frozen Food naik 50 – 100 % di awal pandemi. Sebagai informasi, di masa tersebut Santy mengeluarkan produk baru, yaitu frozen food untuk ikan air laut yang banyak diminati oleh pelanggan.

Selain memasarkan secara online Santy juga memasarkan produknya secara offline yaitu di beberapa mini market di Kota Bontang, diantaranya Alfamidi, Eramart, Hendaramart,pamadriri mart dan Kokarmart.

Memilik moto masak praktis, tanpa pengawet, pewarna dan penyedap rasa, membuat para customer percaya terhadap bisnisnya.

Kini, Santy tengah memperluas pasar untuk mengoptimalkan reseller atau toko-took di Kalimantan Timur dalam memasarkan produknya. Untuk mendukung manajamen bisnis dalam usahanya, pada tahun 2017 Santy bergabung menjadi binaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Besai Berinta.

Baca juga: BERITA FOTO : Konvensi UKM Digelar YDBA Di Cibitung

Baca juga: BERITA FOTO: YDBA Undang 21 UKM Belajar Manajemen ke Jepang

LPB ini didirikan Yayasan Dharma Bhakti Astra bersama PT Pamapersada Nusantara untuk melakukan program pembinaan UMKM di wilayah berdirinya LPB.

Melalui LPB tersebut, Santy menyadari pentingnya belajar manajemen bisnis, salah satunya Pembukuan Sederhana.

Dengan Pelatihan dan Pendampingan Pembukuan Sederhana yang diselenggarakan LPB, kini Santy mengetahui perkembangan bisnisnya melalui omset yang diperoleh Bonles Frozen Food.

Ilmu yang didapat tersebut, Santy bagikan pula kepada UMKM-UMKM lain di Bontang yang belum menerapkannya.

Di samping itu, Santy juga aktif mengikuti berbagai kegiatan pembinaan, mulai dari Pelatihan Basic Mentality hingga program menuju produk bersertifikat halal. 

Penulis: Alex Suban
Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved