Sabtu, 9 Mei 2026

Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Sulit Tumbuh di Atas 5 Persen, Jantungnya Lemah

Menurutnya, perbankan di Tanah Air terlihat pelit menyalurkan kreditnya ke masyarakat, tetapi dalam menghimpun dana sangat baik.

Tayang:

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ekonom senior Faisal Basri menilai ekonomi Indonesia sulit tumbuh di atas 5 persen, jika fungsi sektor keuangan, khususnya perbankan, tidak dapat dimaksimalkan.

"Mengapa ekonomi Indonesia tidak bisa tumbuh cepat? Karena jantungnya lemah."

"Jantung perekonomian adalah sektor keuangan, utamanya perbankan," kata Faisal saat Webinar Dibalik Rencana Merger BRI-Pegadaian: Ketika Kultur yang Berbeda Terancam, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Daripada Koar-koar, Polri Sarankan Masyarakat Daftar Jadi Saksi di Kasus Kematian 6 Anggota FPI

Faisal menganalogikan, perbankan seperti jantung manusia, di mana fungsinya menyedot dana dari masyarakat, dan memompakan dana itu kembali ke masyarakat.

"Jadi seperti jantung, menyedot darah dan memompakan ke sekujur tubuh," ucapnya.

Menurutnya, perbankan di Tanah Air terlihat pelit menyalurkan kreditnya ke masyarakat, tetapi dalam menghimpun dana sangat baik.

Baca juga: Tiga Polisi yang Jadi Tersangka Berada dalam Satu Mobil Saat Tembak 4 Anggota FPI Hingga Tewas

"Bank pinter semua, kecuali salurkan kredit."

"Penyaluran kredit jeblok sekali, hanya 42,8 persen dari PDB kredit domestik yang disalurkan oleh sektor keuangan di Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, kata Faisal, indeks inklusi keuangan Indonesia juga masih lemah.

Baca juga: Kuasai Saham Mayoritas Persis, Kaesang Ingin 50 Persen Pemain Timnas Indonesia Diisi Orang Asli Solo

Karena, hanya 49 persen penduduk usia di atas 15 tahun memiliki akses ke bank atau punya akun di bank.

"Kita hanya lebih baik dari Filipina, Vietnam, tapi kalah dengan Malaysia, Thailand, Cina, India."

"Sehingga, duitnya tidak muter, ditaro di celengan, di bawah kasus, di lemari," ucap Faisal.

Pemerintah Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen Tahun Ini

Pemerintah optimis perekonomian Indonesia dapat tumbuh hingga kisaran angka 5,6 persen pada tahun ini.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat menghadiri Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) secara virtual, Senin (5/4/2021).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved