Berita Tangsel
Kematian Bisa Datang Kapan Saja, Kuli Bangunan di Serpong Tewas Kesetrum saat Menyeduh Kopi
Saat merebus air untuk kopi, kuli bangunan di Serpong justru jatuh tersengkur ke lantai masjid
Kapolsek Cikarang Barat, AKP Akta Wijaya mengatakan peristiwa itu terjadi di Perum
Regensi 2, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, pada Senin (15/6/2020) sekira pukul 15.00 WIB.
Korban berinisial D bersama R ketika itu tengah bermain ke rumah temannya inisial B
"Jadi main berdua ke rumah temennya B yang lagi direnovasi itu, lagi main engga sengaja kesentuh kabel," kata Akta, pada Selasa (16/6/2020).
Saat tengah asik bermain di lantai tiga rumah temannya, korban tak sengaja menyentuh kabel listrik yang jarak dekat dengan atap lantai tiga rumah temannya tersebut.
"Kabel listriknya itu dia panjang begitu dipegang karena jaraknya dekat, makanya kesetrum, apalagi tegangan tinggi," tutur Akta.
• Inilah Cara dan Tahapan Pendaftaran Jalur Prestasi Nonakademik di PPDB Online Jakarta 2020
• Edukasi Seksual : Data Sebut 8 dari 10 Istri Tidak Orgasme saat Berhubungan dengan Suami
Teman korban berinisal R sempat berteriak meminta pertolongan dan membantu ketika korban tersetrum.
Akan tetapi R terpental dan ikut mengalami luka bakar. Sedangkan D meninggal dunia dengan luka bakar separuh badannya.
"Temennya yang satu lagi masih syok, kan sempet terpental dan tangannya ikut kebakar juga. Sekarang lagi dirawat di RS, kalau D meninggal di tempat kejadian," jelas Akta.
Kepolisian masih mendalami kasus ini, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi. Untuk teman korban belum dapat diperiksa karena kondisi masih syok dan tengah dirawat di rumah sakit.
"Keluarganya juga masih syok. Ketika sudah tenang baru diminta keterangan," imbuh Akta.
Akta menerangkan bahwa pihaknya juga akan meminta klarifikasi dati PLN terkait tegangan listrik yang cukup tinggi dan berjarak dekat dengan rumah.
• Detik-detik Kelompok Kupang Bentrok Sengit dengan Pendekar PSHT di Tangerang, Empat Orang Terluka
"Karena memang tegangan tinggi tuh makanya kita sedang tindak lanjut untuk klarifikasi ke PLN bagaimana kelanjutannya, antipasi agar tidak terjadi begini," papar dia.