Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Anies Gandeng NU untuk Desain Musala di Halte Transjakarta dan Stasiun Kereta Api

Anies Baswedan menggandeng Nahdlatul Ulama untuk mendesain dan membangun musala di halte Transjakarta dan stasiun KRL commuterline.

Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggandeng Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendesain dan membangun musala di halte Transjakarta dan stasiun kereta rel listrik (KRL) commuter line. Foto ilustrasi" Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan raih penghargaan Happines Award yang sekaligus terpilih menjadi Tokoh Pemberdayaan 2020, pada Kamis (25/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggandeng Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendesain dan membangun musala di halte Transjakarta dan stasiun kereta rel listrik (KRL) commuter line.

Tujuannya, untuk memudahkan penumpang melaksanakan salat saat memasuki waktu magrib setelah bekerja.

“Jam kantor itu selesainya jam 5 sore, dan masyarakat mulai bergerak pulang itu setengah 6 sore. Di perjalanan itu ratusan ribu orang menggunakan kendaraan umum, tapi punya keluhan kami magriban (salat magrib) di mana?,” ujar Anies.

Video: Kondisi Terkini Rumah Mewah di Kedoya yang Dipreteli Komplotan Maling

Hal itu dikatakan Anies saat penandatanganan kesepakatan bersama PT Transjakarta dengan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) tentang Sosialisasi Kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada Kamis (1/4/2021).

Selain menata musalah di halte dan stasiun, kerja sama ini dilakukan untuk mendorong masyarakat menggunakan kendaraan umum.

“Harapannya nanti akan ada desain-desain musalah di dalam halte dan di dalam stasiun yang memfasilitasi jutaan warga Jakarta yang sore hari pulang, sehingga tidak lagi kesulitan salat magrib,” kata Anies.

Baca juga: SIMAK Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadan 1442 Hijriah Seluruh Wilayah Indonesia

Baca juga: Selama Ramadan Seluruh Tempat Hiburan Malam Ditutup, Jika Kedapatan Buka Sanksinya Langsung Segel

Kata dia, pendeknya waktu melaksanakan salat magrib sekitar satu jam mendorong pemerintah membuat musalah di halte dan stasiun.

Hal ini berbeda dengan salat wajib lainnya, yang cenderung waktunya lebih lapang.

Dalam kesempatan itu, Anies juga bersyukur dengan sistem transportasi darat dan berbasis rel di Ibu Kota yang kini telah terintegrasi.

Pengelolaan transportasi itu sekarang tergabung dengan program Jaklingko yang telah diluncurkan Anies sejak 2018 lalu.

Baca juga: Jelang Bulan Suci Ramadan, MUI Bekasi Minta Dinkes Rutin Petakan Zona Penyebaran Covid-19 Tingkat RW

Untuk penataan stasiun, DKI telah memiliki kewenangan lewat PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Perusahaan ini merupakan hasil patungan (joint venture) antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dengan saham 51 persen, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan saham 49 persen.

“PT KAI sangat supportif karena KAI tahu persis, kalau kereta tidak menyambung dengan bus maka orang naik kereta pun bakal turun. Tapi begitu turun di stasiun, bisa langsung bisa pindah ke bus (Transjakarta), nah pengelolaan stasiun oleh kami, tapi (pengelolaan) keretanya tidak. Jadi hanya stasiunnya, sehingga betul-betul terintegrasi,” ungkapnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved