Breaking News:

Bulan Suci Ramadan

Jelang Bulan Suci Ramadan, MUI Bekasi Minta Dinkes Rutin Petakan Zona Penyebaran Covid-19 Tingkat RW

Jelang Bulan Suci Ramadan 2021 MUI Kota Bekasi minta agar Dinkes rutin memetakan zona penyebaran Covid-19 tingkat RW.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Jelang Bulan Suci Ramadan 2021 MUI Kota Bekasi minta agar Dinkes rutin memetakan zona penyebaran Covid-19 tingkat RW. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Jelang Bulan Suci Ramadan 2021, ada permintaan MUI Kota Bekasi kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Pihak MUI Kota Bekasi minta agar Dinkes Kota Bekasi turut rutin memetakan zona penyebaran Covid-19 tingkat RW.

Permintaan MUI Kota Bekasi rutinkan zona penyebaran Covid-19 tingkat RW Kota Bekasi ini terlontar, mengingat sebentar lagi masuk Bulan Suci Ramadan.

Diketahui, akan digelar rapat penentuan mengenai boleh atau tidaknya melaksanakan ibadah Salat Tarawih di Kota Bekasi.

Baca juga: VIDEO Buka Toko Perdana di Bogor, Hush Puppies Kenalkan Koleksi Retro Jelang Ramadan

Baca juga: Muhammadiyah Bolehkan Tenaga Kesehatan Tangani Kasus Covid-19 Tak Puasa Ramadan, Juga Pasien Positif

Baca juga: Bulan Suci Ramadan Sebentar Lagi, Ini Resep-resep Kolak yang Cocok Jadi Menu Buka Puasa Ramadan 2021

Rapat tersebut akan dilakukan oleh MUI Kota Bekasi dengan Pemkot Bekasi, pada Rabu (31/3/2021) mendatang.

Namun, Ketua MUI Kota Bekasi KH Miran menjelaskan Salat Tarawih sekiranya bisa dilakukan secara berjamaah di masjid, mengingat kasus Covid-19 yang mulai melandai.

"Pemerintah menilai di Kota Bekasi ini zona hijau, kalau enggak salah, hampir 80 persen, sisanya kuning. Zona merah di Kota Bekasi kan enggak ada," kata Miran saat dikonfirmasi, Selasa (30/3/2021).

Meski begitu, Miran menjelaskan ibadah sholat tarawih lebih baik dilaksanakan di lingkup RW yang telah berada pada zona hijau penyebaran Covid-19.

Maka itu, ia minta agar Dinas Kesehatan Kota Bekasi secara rutin melaporkan kondisi zona penyebaran Covid-19 tingkat RW agar bisa melakukan antisipasi mana kala terjadi perubahan status zona di suatu wilayah.

"Artinya pemerintah kota dan dinas kesehatan yang memetakan zona agar menjadi dasar wilayah mana saja yang boleh dan tidak boleh"

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved