All England 2021

Menpora Zainudin Amali Tegaskan Pihaknya Monitor Rencana Laporan PBSI dan NOC Indonesia kepada CAS

Menpora Zainudin Amali mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan monitoring rencana laporan PBSI dan NOC Indonesia terhadap BWF kepada CAS.

Editor: Sigit Nugroho
Kemenpora.go.id
Menpora Zainudin Amali 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PBSI dan National Olympic Committe (NOC) Indonesia tampaknya tidak main-main menuntut Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) ke badan arbitrase olahraga dunia (CAS).

Meski BWF telah meminta maaf kepada pemerintah Indonesia, PBSI masih menunggu tranparansi permasalah substansi yang terjadi di All England 2021 di Birmingham, Inggris.

PBSI tidak hanya memertanyakan terkait tim bulu tangkis Indonesia yang dipaksa mundur meski semua negatif Covid-19.

PBSI juga memertanyakan perihal tujuh atlet dari negara lain yang awalnya disebut positif, tetapi berubah menjadi negatif Covid-19.

Terkait tuntutan itu, Menpora Zainudin Amali mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan monitoring.

Langkah-langkah yang diambil NOC untuk menggugat BWF, diserahkan kepada pihak yang lebih berwenang.

Sebab, menurut Zainudin, masalah gugatan All England 2021 berada dalam domain olahraga bulu tangkis yang ditangani oleh PBSI dan Komite Olimpiade Nasional Indonesia.

"Tentang gugatan yang akan dilakukan oleh NOC, itu memang sudah jalurnya," kata Zainudin.

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Temani Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Tinjau Laga Piala Menpora 2021

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Paparkan Desain Besar Olahraga Indonesia di Depan Komisi X DPR

Baca juga: Menpora Zainudin Amali akan Sambut Tim Badminton Indonesia Tiba di Bandara Soekarno Hatta Malam Ini

"Federasi nasional PBSI kemudian National Olympic Committee atau Komite Olimpiade Indonesia itu memang punya jalur ke International Olympic Committee (IOC)," ujar Zainudin.

"Nah, mereka mau menggugat ke Badan Arbitrase Olahraga (CAS),” ujar menteri asal Gorontalo itu.

Zainudin menambahkan, Kemenpora tidak dapat turut campur dalam proses gugatan karena hal tersebut berada di luar ranah pemerintah.

“Posisi pemerintah, itu bukan jalur kami. Jalur kami melalui menteri luar negeri bagaimana ketika itu ada langkah cepat supaya anak-anak ini tidak terlalu lama di karantina di Inggris," tutur Zainudin.

"Kemudian, mereka secara psikisnya dijaga dan cepat kembali pulang," ucap Zainudin.

"Pemerintah sampai di situ, sudah melakukan tugasnya, negara sudah hadir," tambah Zainudin.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved