Lifestyle
Cara Menghilangkan Kuman dan Bakteri Menempel pada Pakaian
Sebelum memeluk anak, orangtua harus membersihkan diri atau mandi memakai sabun dan mengganti baju bersih.
Penulis: LilisSetyaningsih |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat masa pandemi Covid-19 atau virus corona, orangtua setelah berpergian tiba di rumah tidak bisa langsung memeluk buah hatinya.
Pasalnya virus corona dan kuman lain bisa masih menempel di baju.
Sebelum memeluk anak, orangtua harus membersihkan diri atau mandi memakai sabun dan mengganti baju bersih.
Lalu baju bekas pakai itu diletakkan di ember baju kotor.
Urusan baju kotor tidak sesederhana sebelum pandemi virus corona.
Banyak ibu parno alias paranoid sehingga baju tidak sekedar dibersihkan dengan deterjen.
Baca juga: Madu Sangat Efektif untuk Melawan Bakteri
Baca juga: Pandemi Covid-19 Hadirkan Inspirasi Lahirnya Sheima Kosmetik Lokal dengan Kandungan Antibakteri
"Memang dengan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia sejak tahun lalu, masyarakat diimbau untuk lebih memerhatikan kebersihan diri sendiri," kata dr Hermawan Saputra SKM Mars CICS.
Hermawan yang pakar kesehatan dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia mengatakannya saat peluncuran Vanish Oxi Action Multi Power, belum lama ini.
Menurut Hermawan, menjaga kebersihan itu termasuk tidak sembarangan mencuci pakaian yang dikenakan saat keluar rumah.
Alasannya, pakaian juga berpotensi menjadi sarana penyebaran penyakit.
"Selain merendam pakaian dengan air panas terlebih dahulu, penggunaan deterjen yang dapat membunuh biang penyakit juga menjadi penting," kata Hermawan lagi.
Dia menjelaskan, pakaian yang digunakan berjam-jam di luar rumah bisa menjadi sarang virus.
Baca juga: Uniqlo AIRism Mask, Masker 3 Lapis yang Mampu Saring 99 Persen Bakteri, Ini Keunggulan dan Harganya
Baca juga: FUMIDA, Jasa Disinfektan Virus dan Bakteri di Jakarta, Berikut Harga Jasa dan Kontak yang Dihubungi
Masyarakat harus memastikan setelah dicuci, pakaian benar-benar sudah bebas dari virus.
Penggunaan pembersih pakaian tepat dapat mengurangi kekhawatiran tersebut.
"Tidak ada yang bisa pastikan sampai kapan pandemi Covid-19 ini akan berlangsung. Diperlukan upaya lebih besar untuk pencegahan dan antisipasi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/vanish1273.jpg)