Breaking News:

Advertorial

Madu Sangat Efektif untuk Melawan Bakteri

Dalam sebuah artikel majalah Dis Lancet Infect, Februari 2003, Doktor Dixon menegaskan bahwa ada kekuatan dalam madu yang bisa mengalahkan bakteri.

Editor: Ichwan Chasani
istimewa
Madu Bima 99. 

WARTAKOTALIVE.COM — Anda tentu kenal bakteri. Ya, “makhluk halus” itu ada yang menguntungkan, ada yang merugikan. Yang merugikan menyebabkan penyakit.

Pada kulit, bakteri bisa menimbulkan luka atau iritasi. Bahkan, ia bisa menghancurkan sel inangnya itu secara langsung sehingga sel itu mengalami kerusakan.

Cara lain bakteri dalam merusak adalah dengan menghasilkan racun yang dapat menimbulkan gangguan pada metabolisme. C

Contohnya bakteri Rickettsia typhi, penyebab penyakit tifus, Escherichia coli, penyebab diare, Clostridium Staphylococcus sp., penyebab keracunan makanan, Shigella dysentriae, penyebab disentri, Vibrio chloreae, penyebab kolera, Clostridium tetani, penyebab tetanus, Treponema pallidum, penyebab sifilis, dan Neisseria meningitis, penyebab meningitis.

Lalu, dengan apa sebaiknya bakteri dilawan? Salah satunya dengan madu.

Dalam sebuah artikel di majalah yang bernama Dis Lancet Infect, Februari 2003, seorang doktor bernama Dixon menegaskan bahwa ada kekuatan dalam madu yang bisa mengalahkan daya rusak bakteri.

Karena itu, ia menganjurkan penggunaan madu dalam mengobati berbagai luka dan gangguan kesehatan yang disebabkan bakteri.

Namun, madu yang kami tawarkan kali ini adalah madu khusus, dengan manfaat yang lebih tinggi, yaitu madu hitam, kental, pahit, dengan merek Madu Bima 99. Dan di bawah ini adalah salah satu pengakuan konsumen bernama Azizatul Fitriyah tentang madu yang pernah paling dicari ini.

Ketika ditemui, 19 November 2015, umurnya baru 24 tahun dan masih berstatus pengantin baru. Namun, ia sering menderita sakit mag dan batuk pilek.

“Sakit mag sudah sejak saya bersekolah di madrasah dulu. Sedangkan batuk pilek belum begitu lama. Tapi, kalau kena, hilangnya lama sekali. Dahak pun tertahan lama di kerongkongan dan susah dikeluarkan,” ujar alumni Jurusan Akidah Filsafat Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) As’adiyah, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, ini. Meski demikian, ia tidak mengobati dirinya ke dokter. Apa yang ia lakukan adalah mengonsumsi Madu Bima 99 secara rutin.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved