Minggu, 3 Mei 2026

Lifestyle

Cara Menghilangkan Kuman dan Bakteri Menempel pada Pakaian

Sebelum memeluk anak, orangtua harus membersihkan diri atau mandi memakai sabun dan mengganti baju bersih.

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih |
Istimewa
Produk Vanish saat ini punya produk baru Oxi Action untuk membersihkan noda pada pakaian serta kuman dan virus membandel. Oxi Action didukung Dettol, produk yang dipercaya dapat membunuh kuman. 

Menyadari ada kebutuhan lebih saat masa pandemi virus corona ini, Vanish sebagai produk penghilang noda  kini menghadirkan varian Oxi Action.

Formula Multi Power pada varian baru Vanish Oxi Action didukung oleh Dettol.

Dettol sudah dipercaya  efektif untuk membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit seperti S. aureus, P. aeruginosa, E. coli dan E. hirae yang menempel pada pakaian.

Baca juga: Usai Pegang 5 Benda Ini, Anda Wajib Mencuci Tangan untuk Menghindari Virus dan Bakteri

Baca juga: Mesin Cuci Jadi Sarang Bakteri, Ini yang Harus Anda Ketahui tentang Mesin Cuci

Brand Manager Vanish Indonesia Annisa Rachmawati menjelaskan,  formula Multipower Vanish Oxi Action berfungsi membantu menghilangkan noda membandel sejak 1x cuci.

Menghilangkan noda enzimatik (noda darah, cokelat, dan lainnya) dan non-enzimatik (teh, kopi, jus, dan lainnya), menjaga serat kain, menghilangkan sumber bau serta mencerahkan warna pakaian.

Dia mengatakan, bagi sebagian ibu rumah tangga, mencuci pakaian bisa jadi merepotkan.

Dari memilih produk untuk mencuci, belum lagi masalah mengucek pakaian untuk menghilangkan noda membandel yang malah justru merusak serat pakaian.

Baca juga: Penjelasan Peneliti Tentang Peran Bakteri dalam Mengatasi Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Baca juga: Awas Bakteri dan Jamur pada Makanan di Kulkas Saat Listrik Padam Berjam-jam

Selain itu, kecemasan muncul dalam setahun belakangan yakni kuman dan bakteri menempel pada pakaian.

Menurut Annisa, deterjen saja tidak cukup.

Dukungan Dettol kepada Vanish merupakan bentuk justifikasi performa Vanish membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit yang tetap menempel pada pakaian hingga 72 jam.

"Hal ini menunjukkan pentingnya mendisinfeksi pakaian dengan produk yang tepat tanpa perlu khawatir merusak warna dan serat pakaian," kata Annisa.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved