Vaksinasi Covid19
MUI Sebut Vaksin AstraZeneca Haram karena Mengandung Babi, tapi Tetap Bisa Digunakan, Ini Katanya
Izin AstraZeneca akan dicabut ketika Indonesia kedatangan vaksin merek lain, terlebih jika berdasarkan kajian vaksin itu halal dan suci.
Jumlah Kasus: 24.976 (1.7%)
PAPUA
Jumlah Kasus: 18.788 (1.3%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus: 16.782 (1.2%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus: 15.627 (1.1%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus: 15.235 (1.1%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus: 13.425 (0.9%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus: 11.376 (0.8%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus: 10.716 (0.7%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus: 10.613 (0.7%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus: 10.171 (0.7%)
ACEH
Jumlah Kasus: 9.712 (0.7%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus: 9.142 (0.6%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus: 8.924 (0.6%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus: 8.308 (0.6%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus: 7.991 (0.6%)
MALUKU
Jumlah Kasus: 7.214 (0.5%)
JAMBI
Jumlah Kasus: 5.835 (0.4%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus: 5.457 (0.4%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus: 5.338 (0.4%)
BENGKULU
Jumlah Kasus: 5.212 (0.4%)
GORONTALO
Jumlah Kasus: 5.017 (0.3%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus: 4.238 (0.3%). (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul MUI Soal Vaksin Astrazeneca: Belum Difatwakan tapi Boleh Digunakan
Penulis : Switzy Sabandar