Breaking News:

Pasutri WNA dan WNI

Warga Giri Loka 2 BSD Serpong Sebut Almarhum Pasutri WNA dan WNI Aktif dan Ramah

Warga perumahan elit Giri Loka 2 BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih tak menyangka Ken (84) dan Naomi (53), telah tiada.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Pelaku pembunuhan pasutri WNA dan WNI pertunjukan adegan saaatbakan membunuh korban wanitanya saat melakoni rekonstruksi. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Warga perumahan elit Giri Loka 2 BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih tak menyangka Ken (84) dan Naomi (53), telah tiada.

Seperti diketahui, pasutri itu tewas dengan cara mengenaskan, yakni dikapak oleh pekerja bangunan di kediamannya. 

Padahal pasangan berbeda negara itu dikenal warga sekitar sebagai sosok yang ramah dah mudah bersosialisasi dengan lingkungan. 

"Suami-istri ini ramah sama tetangga dan baik juga. Belum lama ini korban sempat mengunjungi balai warga. Kemudian kalau ada acara di lingkungan mereka hadir walaupun mereka sudah tua tetapi mereka aktif, sering ikut senam dan sosialisasi di lingkungan," kata Budi Raga (56), Ketua Paguyuban Warga Giri Loka 1 dan 2 (Pawargi) saat ditemui di kediaman korban, Serpong, Kota Tangsel, Kamis (18/3/2021).

Budi mengatakan sosok kedua korban dikenal warga karena aktif dalam kegiatan lingkungan setempat. 

Baca juga: Polres Tangsel Gelar Reka Adegan Pembunuhan Pasutri WNA dan WNI di Giri Loka 2 BSD Serpong

Baca juga: Pasutri WNA dan WNI yang Menjadi Korban Pembunuhan di BSD Dimakamkan Berdampingan

Baca juga: Sat Reskrim Polres Tangsel Tangkap Mantan Karyawan yang Membunuh Pasutri WNA dan WNI di Tangsel

Bahkan sebulan sebelum kejadian, dirinya sempat menghadiri pertemuan warga yang rutin dilaksanakan di lingkungan setempat. 

"Terakhir ketemu di balai warga kira- kira satu bulan lalu ketemu sama istrinya," jelasnya. 

Di sisi lain, Budi menjelaskan pihaknya bakal memperketat aturan di lingkungan warga tersebut usai insiden pembunuhan yang menelan dua korban sekaligus. 

Menurutnya, saat ini pihaknya mulai memperketat aturan berupa batas waktu tamu berkunjung guna mengantisipasi kejadian serup terulang di perumahan elit tersebut. 

"Pertanyaannya gini, apakah kejadian seperti ini bisa dihindari? Ya tidak bisa, karena ini kan urusan hati, bukan kelalaian petugas, bukan perampokan yang datang tiba- tiba, ini adalah prilaku manusia," jelas Budi. 

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved