Kamis, 9 April 2026

Kisah Inspiratif

Wayang Plat Baja Dipentaskan di Indonesia, Jadi yang Pertama di Dunia

Wayang Plat Baja Dipentaskan di Indonesia, Jadi yang Pertama di Dunia. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Seniman asal Magelang, Sujono Keron. Sujono mengkreasikan plat baja ringan menjadi wayang kulit berbahan besi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wayang kulit merupakan salah satu kesenian tradisi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Jawa.

Setiap bagian dalam pementasan wayang mempunyai simbol dan makna filosofis yang kuat.

UNESCO pun mengakui wayang sebagai warisan kekayaan budaya Indonesia yang bernilai adiluhung, yakni seni budaya yang bernilai dan wajib dipelihara.

Mendukung hal tersebut, PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) pun tergerak untuk menggelar sebuah pementasan wayang yang berbeda.

Untuk pertama kalinya di dunia, pementasan wayang yang bahan dasarnya terbuat dari baja lapis zinc-aluminium atau Nexalume di gelar di Studio Mendut, Desa Mendut, Kec Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Alasan Sudah Lewat Jam kerja, Jenazah Etjih Sukaesih Ditolak Pengelola TPU Kalisari

Wayang Nexalume yang dimainkan dalang Ki Sih Agung Prasetya ini sendiri merupakan karya seni hasil inovasi seorang seniman asal Magelang bernama Sujono Keron.

Ia mengaku, ide awal membuat wayang dari Nexalume ini muncul setelah ia mendapat tawaran membuat seni instalasi luar ruangan dari rekannya sesama seniman.

Kala itu ia diminta membuat wayang yang kuat terhadap cuaca dan juga tahan karat guna menghiasi objek wisata edukasi di wilayahnya. 

“Dari sanalah ide muncul untuk membuat tokoh pewayangan dari bahan Nexalume agar tahan lama. Nexalume tidak akan keropos meski diterjang panas ataupun hujan sepanjang hari,"ungkap Sujono pada Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Tidak Konsisten Manfaatkan Izin Lokasi, DPRD Kabupaten Tangerang Panggil Tiga Perusahaan Pengembang

"Setelah disetujui, saya membuat 100 tokoh wayang dan satu gunungan dari kisah Mahabharata dari Nexalume ini,” tambahnya.

Selama ini, sujono memang sudah cukup akrab dengan kreasi Nexalumenya.

Ia mengaku, sudah sejak tahun 2015, plat yang biasanya digunakan sebagai material bangunan seperti atap, talang, kuda kuda baja ringan, cladding/ penutup dinding itu diolah menjadi berbagai karya seni dan kerajinan tangan untuk wisatawan di sekitar Magelang.

Sujono sendiri kini mengajarkan keterampilannya kepada generasi muda di desanya.

Keterampilan mengolah Nexalume menjadi aneka kerajinan ini diharapkan dapat membantu mereka untuk meningkatkan perekonomian mereka di saat pandemic seperti sekarang ini.

“Dalam kondisi seperti sekarang ini, semua dituntut untuk berinovasi. Tujuannya jelas untuk meningkatkan ekonomi," ungkap Sujono.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved