Virus Corona
Ini Makna Istilah Mutasi, Varian, dan Strain Covid-19
Istilah seperti mutasi, varian, dan strain virus pun kini semakin akrab terdengar di telinga publik. Lantas, apa makna istilah-istilah itu?
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Perjuangan dunia mengendalikan Covid-19 kian berat, setelah virus tersebut terus bermutasi.
Sedikitnya ada tiga mutasi Covid-19 yang menjadi perhatian global, termasuk Indonesia.
Yakni, mutasi B117 asal Inggris, B1351 atau 501Y.V2 dari Afrika, serta P1 atau 501Y.V3 dari Brasil.
Baca juga: Sudah 89 Akun Medsos Ditegur Polisi Virtual Termasuk 1 WhatsApp, Banyak yang Langsung Menghilang
Istilah seperti mutasi, varian, dan strain virus pun kini semakin akrab terdengar di telinga publik. Lantas, apa makna istilah-istilah itu?
Mutasi virus atau varian baru virus adalah hal yang lazim ditemui dalam masa pandemi.
Mutasi adalah proses karena adanya kesalahan saat memperbanyak diri, dan virus anakan tidak sama dengan induk virus (parental strain).
Baca juga: Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi Sebelum Covid-19 Bermutasi Lebih Banyak Lagi
Sementara, varian adalah virus baru hasil mutasi, sedangkan strain virus adalah varian virus yang menunjukkan sifat fisik yang baik dan jelas, maupun sama serta berbeda dari virus aslinya.
Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menuturkan, ada tiga mutasi Covid-19 yang menjadi perhatian Indonesia dan dunia.
Pertama adalah mutasi B117 asal Inggris, lalu B1351 atau 501Y.V2 merupakan varian baru Covid-19 dari Afrika, serta P1 atau 501Y.V3 adalah varian baru Covid-19 dari Brasil.
"Nanti ketiga ini yang sering kita lakukan pengamatan."
Baca juga: Moeldoko Bakal Diusung Jadi Capres 2024? Jhoni Allen: Kalau ke Bandung Harus Mampir ke Bogor Dulu
"Karena sebenarnya mutasi tadi kami sampaikan ya, banyak sekali mutasi terjadi."
"Tapi tiga ini yang secara khusus memang harus sudah dilakukan, dikatakan oleh WHO untuk kita lakukan terus-menerus," ucapnya dalam diskusi virtual bertajuk Pemantauan Genomik Varian Baru SARS-Cov2 di Indonesia," Jumat (12/3/2021).
Ia mengatakan, tantangan terkait mutasi Covid-19 ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia.
Baca juga: Gatot Nurmantyo Mengaku Pernah Diajak Kudeta AHY, Jhoni Allen: Jangan Asbun, Beda Integritas
Varian B117 itu sudah dilaporkan di 70 negara.
Varian dari Afrika juga sudah dilaporkan lebih dari 20 negara, serta varian P1 sudah ditemukan lebih dari 30 negara.
"Tentunya yang harus kita lakukan adalah memperkuat surveilans seperti memperkuat pintu masuk ke Indonesia, baik udara maupun laut," terangnya.
Baca juga: UU Pemilu Batal Direvisi, Pilpres 2024 Diprediksi Bakal Makin Seru, Ini Alasannya
Nadia menuturkan, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran Satgas 8/2020 terkait protokol perjalanan internasional, di mana setiap orang yang datang dari luar negeri itu harus dan wajib menerapkan alur protokol kesehatan.
"Surveilans di pintu-pintu masuk melalui udara atau bandara dan juga pintu masuk dari laut."
"Karena ini juga kita tahu bahwa banyak juga kapal-kapal dari luar negeri yang masuk dan yang harus dilakukan monitoring," ungkap perempuan berhijab ini.
Baca juga: Terlalu Berisiko dan Tak Menguntungkan, Pemerintah Diprediksi Takkan Mengesahkan KLB Deli Serdang
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Subandrio menambahkan, mutasi virus merupakan hal alamiah dari virus.
Virus akan mengalami mutasi secara acak. Dari sekian banyak mutasi, hanya 4% yang menyebabkan virus itu menjadi lebih berbahaya.
Seperti B117 yang disebutkan memiliki penularan 70 persen lebih cepat, atau mutasi dari Afrika yang dilaporkan kebal antibodi.
Belum Ditemukan di Jakarta
Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan, hingga kini kasus mutasi Covid-19 B117 belum ditemukan di DKI Jakarta.
Ia memaparkan, ada total 6 kasus B117 yang sudah ditemukan dan dilaporkan kepada GISAID (Global Initiative on Sharing All Influenza Data).
Yaitu, 2 kasus di Karawang (Jawa Barat), 1 kasus di Sumatera Utara, 1 kasus itu di Sumatera Selatan, 1 kasus di Kalimantan Timur, dan yang terakhir adalah 1 kasus di Kalimantan Selatan.
Baca juga: Moeldoko Bakal Diusung Jadi Capres 2024? Jhoni Allen: Kalau ke Bandung Harus Mampir ke Bogor Dulu
"Jadi sampai saat ini kasus yang berkedudukan di Jakarta kita belum temukan adanya variasi mutasi dari B117," ujarnya dalam diskusi virtual bertajuk 'Pemantauan Genomik Varian Baru SARS-Cov2 di Indonesia', Jumat (12/3/2021).
Nadia menuturkan, pelacakan kasus mutasi ini diambil dari pekerja migran Indonesia atau pelaku perjalanan dari luar negeri, sehingga tidak ditemukan di Jakarta.
"Pada laporan itu memang tertulis adalah laboratorium yang melakukan pemeriksaan asal sampel."
Baca juga: Gatot Nurmantyo Mengaku Pernah Diajak Kudeta AHY, Jhoni Allen: Jangan Asbun, Beda Integritas
"Jadi kemarin kita klarifikasi lagi, kita lakukan pelacakan kasus."
"Jadi 6 kasus itu tidak ada yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta," terangnya.
Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap berbagai kemungkinan terkait mutasi Covid-19.
Baca juga: UU Pemilu Batal Direvisi, Pilpres 2024 Diprediksi Bakal Makin Seru, Ini Alasannya
Di mana sejak awal pandemi terjadi di Tanah Air, peneliti dari berbagai lembaga terkait telah melakukan identifikasi virus.
"Karena kita tahu bahwa sebenarnya mutasi ini adalah sesuatu hal yang biasa dilakukan oleh virus."
"Dan kegiatan yang kita sebut sebagai Whole Genum Sequencing atau cara melihat identitas virus melalui PCR, dilakukan sejak awal Covid-19 masuk ke Indonesia," jelas Nadia.
Vaksin Masih Sangat Efektif
Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi menegaskan, vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan efektif terhadap varian B117.
Menururnya, sampai saat ini belum ada penelitian ataupun bukti ilmiah yang menunjukkan vaksin yang telah diproduksi dan telah digunakan di belahan dunia lain, tidak bisa melindungi dari virus varian baru ini.
"Vaksin yang digunakan dalam upaya kita melakukan penanggulangan pandemi Covid-19 masih sangat efektif,” ujar Nadia, Rabu (10/3/2021).
Baca juga: Jangan Khawatir, Penderita Long Covid-19 Tak Bakal Menularkan Virus kepada Orang Lain
Ia mengungkapkan, karakteristik dari varian B117 ini lebih cepat menular, tetapi WHO belum mendapatkan laporan bukti virus mutasi Covid-19 ini lebih ganas.
Penelitian di negara lain, varian B117 disebut lebih cepat menular, namun tidak lebih mematikan.
Terkait penambahan empat kasus baru konfirmasi Covid-19 varian B117, dr Nadia menyampaikan keempatnya dalam keadaan sehat, tidak ada yang diindikasikan mengalami gejala berat.
Baca juga: Polisi Virtual Tegur 79 Akun Medsos Berpotensi Langgar UU ITE, Kebanyakan Unggah Sentimen Pribadi
Sampai saat ini hasil pelacakan kasus terhadap kontak erat dan keluarga juga dinyatakan tidak ada yang memiliki gejala mengarah ke Covid-19.
“Kami sampaikan kembali keempat kasus dengan varian B117 ini saat ini sudah sembuh."
"Mereka sudah menjalani pengobatan dan tatalaksana."
Baca juga: Lagi Dengar Pendapat Publik, Revisi UU ITE Tak Masuk Prolegnas 2021
"Semuanya mengalami gejala ringan dan sedang dan hanya melakukan isolasi secara terpusat di tempat-tempat isolasi."
"Dan memang ada yang dirawat di rumah sakit, tapi dengan kondisi yang ringan sedang.” ungkap perempuan berhijba ini.
Keempat kasus baru ini didapatkan dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan Bersama dengan 16 laboratorium lainnya yang ada di Indonesia.
Baca juga: PTTUN Anulir Putusan PTUN Soal Jaksa Agung Salah Bilang Tragedi Semanggi Bukan Pelanggaran HAM Berat
Sehingga saat ini terdapat enam kasus konfirmasi positif Covid-19, setelah sebelumnya (1/3/2021) juga ditemukan dua kasus Covid-19 dengan varian B117 yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri.
“Adapun keempat varian virus B117 ini ditemukan di 4 provinsi, yaitu di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Nadia mengimbau, dengan adanya penambahan kasus Covid-19 varian B117, masyarakat diminta semakin waspada dan terus menerapkan disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Yaitu, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, termasuk mengurangi mobilitas dan menghindari keramaian. (Rina Ayu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/foto-virus-corona.jpg)