Breaking News:

Kudeta di Myanmar

MYANMAR MEMBARA, Ini Sikap Terbaru Indonesia Atas Penggunaan Kekerasan oleh Junta Militer

Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas penggunaan kekerasan di Myanmar, yang telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.

AFP/Tribunnews.com
Sebuah kendaraan polisi menembakkan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa selama demonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw, Myanmar, pada 8 Februari 2021 (STR/AFP) 

Kudeta tersebut telah memicu protes massal setiap hari selama hampir empat minggu dan pemogokan oleh banyak pegawai pemerintah.

Tertembak, Dua Orang Demonstran Dilaporkan Meninggal Dunia

Sebelumnya diberitakan, unjuk rasa menentang kudeta militer di Myanmar tampaknya tak bisa dihentikan.

Persoalannya, penguasa militer di Myanmar makin tak terkendali juga dalam menangani unjuk rasa.

Mereka kian mengesankan makin brutal dalam menangani aksi unjuk rasa.

Terbaru, Korban jiwa akibat unjuk rasa menentang kudeta militer di Myanmar bertambah.

Baca juga: Massa Junta Militer Myanmar Mengamuk, Serang Demonstran Anti-Kudeta di Yangon

Baca juga: Bertemu Menlu Myanmar di Bangkok, Retno Marsudi Sampaikan Indonesia akan Bersama Rakyat Myanmar

Kali ini sebanyak 2 orang tewas tertembak polisi Myanmar yang berusaha meredam pengunjuk rasa.

Lebih dari sepekan sebelumnya, Jumat (19/2/2021), seorang wanita bernama Mya Thwate Thwate Khaing dinyatakan meninggal dunia saat berunjuk rasa.

Ada pun dua orang tewas dan belasan lainnya  terluka saat polisi Myanmar melepaskan tembakan atas protes terhadap pemerintahan militer pada Minggu (28/2/2021).

Informasi tersebut disampaikan oleh seorang dokter dan seorang politisi di hari kedua demonstrasi yang terjadi di negara itu mengutip laporan Reuters.

Baca juga: Bukan karena Covid-19, Ini Penyebab Artidjo Alkostar Meninggal

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved