Breaking News:

Kudeta di Myanmar

MYANMAR MEMBARA, Ini Sikap Terbaru Indonesia Atas Penggunaan Kekerasan oleh Junta Militer

Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas penggunaan kekerasan di Myanmar, yang telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.

AFP/Tribunnews.com
Sebuah kendaraan polisi menembakkan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa selama demonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw, Myanmar, pada 8 Februari 2021 (STR/AFP) 

Polisi melepaskan tembakan di berbagai bagian kota utama Yangon setelah granat setrum dan gas air mata gagal membubarkan massa.

“Seorang pria dibawa ke rumah sakit dengan luka tembak di dada dan meninggal,” kata seorang dokter di rumah sakit yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Outlet media Mizzima juga melaporkan kematian tersebut.

“Polisi juga melepaskan tembakan di kota selatan Dawei yang menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya,” kata politisi Kyaw Min Htike kepada Reuters dari kota itu.

Outlet media Dawei Watch juga mengatakan setidaknya satu orang tewas dan lebih dari selusin luka-luka.

Baca juga: Pelatih Luis Edmundo Mendukung Pemain Persita Tangeang U-20 Tampil di Turnamen Piala Menpora 2021

Polisi dan juru bicara dewan militer yang berkuasa tidak menanggapi panggilan telepon Reuters yang meminta komentar.

Penduduk Mandalay mengatakan polisi juga menindak protes besar-besaran di kota kedua Mandalay dan di kota timur laut Lashio.

Di kota Yangon, dari gambar yang diposting oleh media menunjukkan beberapa orang dibantu pergi, meninggalkan trotoar dengan berlumuran darah, setelah polisi menembak.

Polisi juga melemparkan granat kejut, menggunakan gas air mata dan menembak ke udara, kata saksi mata.

Kendati demikian, ratusan pengunjuk rasa menolak turun pada sore hari. Beberapa berbaris, sementara yang lain mendirikan barikade.

Baca juga: Millen Cyrus Segera Dipulangkan ke Rumah Setelah Kembali Ditangkap Polisi, Begini Penjelasan Polisi

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved