Smart City

Menristek Ingin Konsep Smart City Bisa Membuat Masyarakat Jadi lebih Produktif

Banyak kota atau provinsi di Indonesia menggunakan konsep smart city dalam mengelola pemerintahan dan arus informasi di daerah yang dikelola.

Editor: Valentino Verry
Kompas.com/Ghinan Salman
Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan pengembangan smart city harus diupayakan untuk menciptakan kota kohesif dan inklusif bagi masyarakat Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak kota atau provinsi di Indonesia menggunakan konsep smart city dalam mengelola pemerintahan dan arus informasi di daerah yang dikelola oleh sebuah sistem berbasis teknologi terpadu.

Namun, tak sedikit pula konsep smart city itu tak diikuti kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dalam menciptakan produtivitas bagi warganya.

Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan pengembangan smart city harus diupayakan untuk menciptakan kota kohesif dan inklusif bagi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, jangan sampai konsep smart city hanya dirasakan oleh sebagian kelompok masyarakat dan golongan tertentu.

"Keberadaan 'smart city' sangat diharapkan akan mendukung kota yang istilahnya kohesif. Artinya, kota menghadirkan solusi untuk kepentingan semua orang, tidak hanya untuk kepentingan kelompok-kelompok tertentu," katanya, Kamis (25/2/2021).

"Kota yang inklusif bertujuan mengurangi keterbatasan energi dan juga keterisolasian yang sering terjadi di Indonesia," imbuh Bambang dalam webinar bertajuk  'Connecting Indonesia Discover What's Possible' di Jakarta.

Baca juga: Ingin Parung Panjang Jadi Smart City, Pemkab Bogor Siapkan Peraturan Bupati Bogor

Baca juga: Sukses Mengusung Konsep Smart City Bersama Airin, Anis Matta Dukung Benyamin Lanjutkan Pembangunan

Baca juga: Benyamin Davnie Tegaskan Konsep Smart City Jadi Prioritas Pemkot Tangsel di Masa Depan

Bambang mengungkapkan, pentingnya konektivitas dalam konsep smart city supaya tidak ada lagi batas di antara berbagai kegiatan dan semua orang mendapatkan akses dari kebutuhan dasarnya.

Menurut Bambang, kota-kota di Indonesia yang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi akan semakin pula tinggi produktivitasnya.

Hal ini terjadi lantaran konektivitas dengan ekonomi global, terutama dengan kota-kota penting yang menjadi hub (pusat kegiatan) dari perekonomian dunia akan menjadi lebih lancar.

"Dari kota-kota itu tentunya akan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan dan peningkatan bisnis dunia usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Selain itu arus ekonomi di kawasan smart city semakin berkembang dan terintegrasi," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved