Breaking News:

Pemprov DKI Pastikan Penyediaan Ruang Isolasi Bagi Ibu Hamil Tetap Berjalan

Petugas tidak hanya menyiapkan tempat isolasi maupun vaksinasi, tapi juga membantu menangani pengungsi yang ada di posko banjir.

Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti di Balai Kota. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Povinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan tetap menyiapkan tempat isolasi khusus ibu hamil. Demikian diungkap Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti.

Meski tenaga kesehatan Pemprov DKI Jakarta banyak yang dikerahkan untuk menangani pengungsi di posko banjir, namun penyiapan tempat isolasi khusus ibu hamil tetap berjalan.

Saat ini Pemprov DKI Jakarta terus menyiapkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) untuk menangani ibu hamil yang terpapar Covid-19 di tempat isolasi sementara di gedung Pusat Pengembangan Kompetensi Pendidik Tenaga Kependidikan dan Kejuruan (UPT P2KPTK2), Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

“Kemarin kami kan lagi menangani banjir, jadi sekarang lagi disiapkan oleh tim RSKD Duren Sawit. Artinya tim kami bergerak untuk menyelesaikan semuanya supaya cepat selesai,” kata Widyastuti di Balai Kota DKI, Senin (22/2/2021).

Baca juga: VIDEO Jasad Bocah Tenggelam di Kali River Park Ditemukan,Terbawa Arus Sejauh 1,5 Kilometer

Baca juga: Dugaan Kompol Yuni Purwanti Sebagai Pengedar Selain Pemakai Narkoba, Masih Didalami Polri

Widyastuti mengatakan, secara bersamaan petugas melakukan persiapan itu secara bersamaan. Petugas tidak hanya menyiapkan tempat isolasi maupun vaksinasi, tapi juga membantu menangani pengungsi yang ada di posko banjir.

Apalagi 1.380 pengungsi yang ada di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan sudah kembali ke rumahnya pada Senin (22/2) karena air telah surut. “Isolasi untuk ibu hamil tetap berjalan sesuai dengan halnya pasien-pasien lain yang memang membutuhkan penanganan,” ujar Widyastuti.

“Rencana yang di Duren Sawit itukan tadinya tempat bukan rumah sakit tapi tempat pendidikan sehingga perlu setting (pengaturan) tempat dan sebagainya untuk disesuaikan supaya terpenuhi dari sisi kesehatannya,” lanjutnya.

Kata dia, pemerintah daerah sengaja membangun tempat isolasi untuk ibu hamil bukan karena kasusnya tinggi. Tapi memikirkan keselamatan warganya karena sang ibu juga mengandung sosok bayi yang memilik hak untuk hidup.

Baca juga: Ini Kata Mabes Polri Soal Pembubaran Relawan FPI saat Bantu Warga Korban Banjir

Baca juga: PLN Pastikan 99 Persen Listrik di DKI Jakarta Kembali Pulih setelah Banjir

“Risiko ibu hamil untuk menjadi positif itukan pada saat bersama dengan komunitas lainnya. Artinya pada saat di satu keluarga itu ada kasus positif, keluarga yang lain tentu berisiko menularkan ibu hamil. Sementara ibu hamil karena tidak sendiri tapi beliau ada bayi yang akan dilahirkan sehingga ada dua orang yang tentunya harus diselamatkan,” jelasnya.

Untuk sementara waktu, kata dia, ibu hamil dapat menjalani skrining kesehatan di puskesmas dekat rumahnya. Petugas dapat mengecek perkembangan bayi yang ada di kandungan, maupun kesehatan sang ibu melalui pemeriksaan rapid tes.

“Saat ini memang tidak ada isolasi khusus ya, sehingga kami dedikasikan gedung yang ada untuk persiapan ibu hamil yang positif. Harapannya bisa dilakukan pemantauan dan kebetulan di RS Duren Sawit saya sudah menyiapkan operasi yang bisa Covid-19, sehingga nanti kalau misalkan sampai dengan persalinannya belum negatif, ibu hamil bisa juga dilayani apakah itu normal atau cesar,” katanya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin mengalihfungsikan gedung Pusat Pengembangan Kompetensi Pendidik Tenaga Kependidikan dan Kejuruan (UPT P2KPTK2) menjadi lokasi isolasi pasien Covid-19.

Baca juga: Jadwal Tayang Attack On Titan Season 4 Episode 12, Ada Apa dengan Eren Yeager? Ini Video Previewnya

Baca juga: Banjir 1,5 Meter Sudah Surut, Pedagang Pasar Rubuh Gondrong Petir Bersihkan Ruko

Tinjauan ke gedung milik Dinas Pendidikan yang berada di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur ini telah dilakukan pada Jumat (29/1/2021) kemarin. Meski demikian, dalam unggahan di akun media sosial Instagram miliknya (@aniesbaswedan), orang nomor satu di DKI itu belum mengambil keputusan terkait alih fungsi gedung tersebut.

“Mampir mengecek gedung UPT P2KPTK2 milik Disdik yang ada di sebelah RSKD Duren Sawit, untuk mengkaji potensi diubah jadi tempat isolasi terkendali,” tulis Anies pada Minggu (31/1/2021).

Adapun Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan 106 rumah sakit rujukan Covid-19 dengan tempat tidur isolasi mencapai 8.275 unit dan 1.130 unit tempat tidur ICU. Fasilitas kesehatan itu disediakan setelah Pemprov DKI menggandeng lembaga vertikal, BUMN, TNI-Polri, dan pihak swasta.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved