Breaking News:

Banjir Jakarta

Ini Kata Mabes Polri Soal Pembubaran Relawan FPI saat Bantu Warga Korban Banjir

Mabes Polri buka suara terkait pembubaran relawan FPI oleh kepolisian saat membantu warga korban banjir di Jakarta Timur.

Warta Kota/Budi Malau
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, mengatakan pihaknya melakukan pelarangan atas relawan FPI yang hendak membantu korban banjir, karena penggunaan atribut, bukan aksi yang dilakukannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mabes Polri buka suara terkait pembubaran relawan FPI oleh kepolisian saat membantu warga korban banjir di Jakarta Timur.

Mabes Polri memastikan pelarangan dilakukan atas atribut yang dipakai para relawan dan bukan aksi yang dilakukannya.

Hal itu dikatakan Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Senin (22/2/2021).

"Kita tidak meributkan aksi bantuan yang mereka lakukan. Tentunya kita melihat bahwa FPI sebuah organisasi terlarang," ujarnya.

"Jadi bukan kegiatannya, tapi organisasinya. Jadi yang dilarang adalah organisasi tersebut dan bukan kegiatan yang dilakukan," imbuh Ramadhan.

"Misalnya dia bantu banjir. Tapi dia nggak boleh membawa-bawa atribut atau organisasi tersebut," katanya.

Baca juga: Relawan FPI Disuruh Copot Atribut Saat Bantu Korban Banjir, Kuasa Hukumnya Ogah Ambil Pusing

Baca juga: Kronologis Relawan FPI Dibubarkan Saat Akan Bantu Warga Cipinang Melayu Kebanjiran

Baca juga: Jadi Perhatian Publik, Kapolri Perintahkan Kasus Penembakan 6 Anggota FPI Segera Dituntaskan

Seperti diketahui petugas kepolisian bersama TNI membubarkan sekelompok sukarelawan yang mengatasnamakan Front Persaudaraan Islam (FPI) yang hendak memberikan bantuan kepada korban banjir di wilayah Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Sabtu (20/2).

Merespons hal itu, eks Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI Aziz Yanuar memastikan organisasi itu sudah lama sudah tidak ada lagi. Saat ini yang ada hanya Front Persaudaraan Islam atau FPI versi baru.

"Setahu saya Front Pembela Islam sudah tidak ada yang ada Front Persaudaraan Islam," kata Aziz.

Aziz mempertanyakan aparat yang justru mempermasalahkan hal kecil seperrti logo dan atribut FPI versi baru.

"Jika yang dilarang logo dan atribut Front Persaudaraan Islam, maka mungkin beliau- beliau kurang piknik dan kurang membaca," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved