Breaking News:

Krminalitas

Polda Metro Sebut Helena Lim Pemilik Apotek, Apakah Termasuk Nakes? Masih Didalami

Terkait kasus Helena Lim, saat ini penyidik memanggil dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait, untuk melihat apa kriteria tenaga kesehatan

warta kota/nur ichsan
Helena Lim 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI-- Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus  Ade Hidayat mengatakan dari hasil klarifikasi terhadap selebgram Helena Lim dan saksi lainnya diketahui bahwa Helena Lim adalah pemilik salah satu apotek di Jakarta.

Namun apakah hal itu menandakan bahwa Helena Lim bisa dianggap tenaga kesehatan dan berhak menerima vaksin Covid-19, seperti video yang diunggahnya, Tubagus mengaku penyidik masih mendalaminya.

"Yang bersangkutan benar, sebagai pemilik apotik dan bekerja di apotik. Tapi apakah ia masuk dalam kriteria atau klasifikasi nakes atau bukan, kami masih dalami dan pastikan. Karenanya kami mintai keterangan beberapa saksi terkait lainnya," kata Tubagus di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/2/2021).

Melihat Tempat Kuliner di Petak Enam di Chandra Glodok yang Instagramable

Ia memastikan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih terus mendalami kasus vaksinasi covid-19 yang diterima selebgram Helena Lim dengan mengaku sebagai tenaga kesehatan.

Saat ini penyidik memanggil dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait, untuk melihat apa kriteria tenaga kesehatan (nakes) serta klasifikasinya.

"Karenanya kami panggil beberapa pihak terkait, untuk melihat apakah kriteria dan klasifikasi nakes. Intinya kan yang berhak menerima vaksin adalah nakes. Lalu apakah yang bersangkutan masuk dalam kriteria nakes, kita dalami," kata Tubagus.

Sehingga kata dia pihaknya tengah meminta keterangan sejumlah pihak. Setelah sebelumnya, penyidik telah meminta klarifikasi terhadap Helena Lim.

Baca juga: Helena Lim Dapat Vaksin Covid-19, Ombudsman Temukan Kegagalan Dalam Sistem Pemprov DKI Jakarta

Terkait dugaan adanya pemalsuan identitas yang dilakukan Helena Lim, dengan mengaku sebagai nakes ini, Tubagus menjelaskan pihaknya juga akan melihat profil Helena dan apa status yang dimasukkannya saat menerima vaksin.

"Salah satu kriteria dan klasifikasi nakes adalah petugas apotik, dimana apotik sebagai penunjang. Sementara yang bersangkutan benar, sebagai pemilik apotik dan bekerja di apotik. Jadi apakah ia masuk dalam kriteria atau klasifikasi nakes atau bukan, kami masih dalami dan pastikan," katanya.

Menurut Tubagus dari semua hasil klarifikasi dan pemeriksaan saksi, akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini bisa naik dari penyelidikan ke penyidikan atau tidak. 

Sudah Dipuja-puji, Tesla Ternyata Lebih Pilih India Ketimbang Indonesia, Berikut Analisa Pengamat

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved