Breaking News:

Oto Update

Sudah Dipuja-puji, Tesla Ternyata Lebih Pilih India Ketimbang Indonesia, Berikut Analisa Pengamat

Sebaiknya apapun kondisi dari sebuah NDA itu tidak patut diberitahukan, meski cuma sekadar informasi sudah melakukan penandatanganan. 

Istimewa
Tesla Model 3 

WARTAKOTALIVE.COM,  JAKARTA - Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy melihat kemungkinan Tesla memilih India untuk membangun pabrii mobil listrik karena pemerintah Indonesia membocorkan non disclosure agreement (NDA). 

NDA sendiri adalah perjanjian kerahasiaan milik perusahaan dengan pihak lain dengan tujuan agar tidak dibuka atau disebarkan. 

"Iya nah ini NDA kalau sekadar memberitakan untuk gembira tarafnya tidak detil, tidak masalah. Mungkin sudah bilang dulu (ke Tesla)" ujarnya saat dihubungi Tribunnews belum lama ini. 

Baca juga: Tesla Sudah Buka Inden Cybertruck untuk Konsumen di Luar AS, China yang Pertama

Baca juga: New Honda CR-V Resmi Meluncur dengan Tampilan dan Teknologi Baru, Dibanderol Mulai Rp 489 juta

Namun, kata Budi, kalau dibuka tanpa persetujuan itu berhubungan dengan etika bisnis yang tidak sesuai dengan persetujuan kerahasiaan. 

"Kalau tanpa persetujuan (Tesla), pokoknya intinya tidak sesuai dengan persetujuan yang ada," kata dia. 

Menurutnya, sebaiknya apapun kondisi dari sebuah NDA itu tidak patut diberitahukan, meski cuma sekadar informasi sudah melakukan penandatanganan. 

Baca juga: Kisah Elon Musk, Kehilangan Kekayaan Rp 241,24 Triliun dalam Semalam Gara-gara Saham Tesla Anjlok

"Kalau tidak jadi kasus (hukum), masalah etika. Mestinya ditaati, kalau detil ya tabu kalau dibocorkan," pungkas Budi.

Alasan Tesla pilih India

Seperti diketahui, Produsen mobil listrik raksasa, Tesla, memutuskan untuk membangun pabrik mobil listrik atau electric vehicle (EV) di India.

Kabar ini pun membuat orang bertanya-tanya terkait keberlanjutan negosiasi Pemerintah Indonesia dengan produsen mobil listrik yang dipimpin Elon Musk itu.

Halaman
12
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved