Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona Jakarta

Anies Baswedan: Selain Vaksinasi Covid-19, Strategi 3T dan 3M Perlu Disinkronkan serta Dukungan

Anies Baswedan menjelaskan sejumlah strategi penanganan Covid-19 di DKI. Strategi ini diperlukan untuk menyinkronkan dan mendapatkan dukungan.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
PPID DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat menghadiri rapat pimpinan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Polda Metro Jaya, Kamis (18/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menghadiri rapat pimpinan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Polda Metro Jaya, Kamis (18/2/2021).

Dalam rapat tersebut, Anies Baswedan menjelaskan sejumlah strategi penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

Anies Baswedan mengungkapkan, hal pertama yang perlu dilakukan dalam penanganan Covid-19 adalah seluruh pihak harus menekan penambahan kasus aktif, melalui penguatan 3T (testing, tracing, treatment).

Video: Wagub DKI Jakarta Sebut Warga yang Tolak Vaksinasi Covid-19 Didenda Rp 5 Juta

Kemudian, kampanye masif 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak) yang membutuhkan dukungan dari berbagai unsur.

“Strategi ini diperlukan untuk menyinkronkan dan mendapatkan dukungan di lapangan. Tadi hadir seluruh Kapolres dan harapannya sesudah ini maka kebijakan kita khususnya testing dan tracing itu bisa dibantu dan bisa lebih efektif,” kata Anies pada Kamis (18/2/2021).

Selain itu, Anies juga menjelaskan terkait vaksinasi yang turut menjadi strategi dari penanganan Covid-19 di Jakarta.

Baca juga: Kemensos Bakal Bangun Dua Rusunawa Buat Mantan PPKS di Bekasi dan Jakarta

Baca juga: Kemenkes Sebut Belum Ada Laporan KIPI Vaksin Covid-19 Pedagang Pasar Tanah Abang

Pada tahap berikutnya nanti yang akan menerima adalah unsur non-medis, sehingga memerlukan sinkronisasi berbagai elemen masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi ini.

Anies berharap, apabila strategi ini dilaksanakan dengan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Forkompinda, maka pandemi Covid-19-19 di Jakarta akan dapat semakin terkendali.

Dengan demikian, bakal berdampak pada pulihnya perekonomian masyarakat.

“Begitu ini (strategi) dikerjakan, ekonomi akan mampu bangkit, karena penyebab kontraksi ekonomi adalah interaksi berkurang, kegiatan transaksi menurun. Supaya interaksi bertambah, warganya harus sehat,” jelas Anies.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Beri Izin Turnamen Pramusim Piala Menpora 2021

“Karena itu, mengembalikan kondisi ekonomi harus dimulai dengan mengembalikan kondisi  kesehatan, sehingga orang bisa berinteraksi dan  transaksi bisa jalan kembali,” lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini.

Jakarta Kebanjiran, Yuke Yurike Minta Anies Lanjutkan Program Ahok

Sementara itu hujan deras yang mengguyur Ibu Kota selama sepekan belakangan memicu banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota, khususnya permukiman warga di bantaran kali.

Terkait hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD DKI Yuke Yurike meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan untuk kembali melanjutkan program normalisasi sungai.

Baca juga: Kronologi Papa Muda Merampas Motor Teman Sendiri di Hutan Kota Demi Menutupi Biaya Persalinan Istri

Alasannya, karena program pencegahan banjir yang digarap Basuki Tjahja Purnama (Ahok) itu menjadi solusi atas banjir yang kerap kali melanda DKI Jakarta. 

Menurutnya, curah hujan beberapa waktu lalu di Jakarta tidak sebesar seperti tahun lalu yang mencapai sekitar 377 mm2, apalagi drainase saat itu masih jauh berantakan.

Oleh karena itu, lanjutnya, wajar pada musim hujan kali ini daerah rawan banjir masih banyak terdapat di sekitar bantaran kali akibat hujan yang bersamaan dari hulu Bogor, hingga hilir laut utara Jakarta.

Baca juga: Airin Rachmi Diany Ingin Pasien Covid-19 Berstatus OTG Rileks saat Dikarantina di RLC Kota Tangsel

"Banjir kali ini lebih banyak di daerah bantaran kali. Pemprov DKI Jakarta harus segera lanjutkan normalisasi," kata Yuke saat dihubungi pada Rabu (17/2/2021).

Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Selatan itu berharap Pemprov DKI Jakarta segera menggunakan dana Pinjaman Ekonomi Nasional (PEN) yang didapat dari pemerintah pusat pada 2021 ini untuk melanjutkan program normalisasi.

Sebab, lanjut Yuke, daerah rawan banjir akibat hujan beberapa waktu lalu kerap terjadi di wilayah yang belum tersentuh normalisasi.

Baca juga: Anggap Enteng Soal Adanya Masyarakat yang Menolak Vaksin, Anies : Wong Vaksinnya aja Terbatas

"Dari peta udara, wilayah yang sudah tersentuh normalisasi sudah tidak banjir. Sedangkan di seberangnya masih belum dinormalisasi dan mengalami banjir," ujarnya.

Program naturalisasi yang digaungkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semasa memimpin Jakarta 2017 lalu hingga saat ini belum terealisasi dan hanya enak didengar dalam konsep saja.

Sementara, masyarakat tidak mau tahu apa itu hanya istilah atau bahasa semata. Terpenting bagi masyarakat terdampak, wilayahnya tidak lagi mengalami banjir.

Baca juga: Kebijakan Anies Bikin Bangga, Kualitas Udara Ibu Kota Membaik Sejak PSBB Diberlakukan

"Yang sudah jelas terbukti menahan banjir kan normalisasi, jadi apapun yang baik teruskan saja, warga sudah paham sekarang mana yang terasa. Jangan hanya bagus konsep di atas kertas saja, tapi tindakannya gak ada. Yang harus diselesaikan, segera tuntaskan," pungkasnya.

Selain itu, lanjut Yuke, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pun mengakui jika normalisasi merupakan solusi mengatasi banjir di bantaran kali.

Bahkan, mereka siap melanjutkannya asal Pemprov DKI Jakarta segera membebaskan lahannya.

Baca juga: Begini Penampakan Jennifer Jill Saat Menjalani Pemeriksaan Rambut di Puslabfor Mabes Polri Sentul

"Dalam Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta juga memberi rekomendasi bahwa normalisasi harus dilanjutkan," tegasnya. (faf/Dwi Rizki)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved