Mahfud MD Ingatkan Zaman Jusuf Kalla Soal Saracen, Muslim Cyber Army yang Kerap Serang Pemerintah

Pernyataan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal cara mengkritik pemerintah biar tak ditangkap polisi memperoleh respon Menko Polhukam Mahfud MD.

Editor: Wito Karyono
Kolase Wartakotalive.com/Istimewa
Mahfud MD menjawab pertanyaan Jusuf Kalla soal cara kritik pemerintah biar tak ditanggapi polisi. Mahfud ingatkan kelompok-kelompok serang pemerintah saat Jusuf Kalla jadi Wapres 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pernyataan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal cara mengkritik pemerintah biar tak ditangkap polisi memperoleh respon Menko Polhukam Mahfud MD.

Mahfud MD menanggapi pernyataan Wakil Presiden ke-12, Jusuf Kalla yang bertanya soal bagaimana caranya agar tidak dipanggil polisi ketika mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Mahfud menyinggung suasana demokrasi pada zaman pemerintahan Jokowi-Kalla periode 2014-2019.

Baca juga: Juru Bicara Jusuf Kalla: Bertanya Saja Membuat Gerah, Bagaimana Pula Kalau Dikritik?

Baca juga: Jokowi Minta Rakyat Lebih Aktif Mengkritik, Jusuf Kalla: Bagaimana Caranya Tanpa Dipanggil Polisi?

Saat itu, kritik kepada pemerintah banyak mengalir.

"Zaman Pak JK itu, kita masih ingat ada misalnya Saracen, Muslim Cyber Army, ada Piyungan yang hampir setiap hari menyerang pemerintah," kata Mahfud dalam rekaman video Humas Kemenko Polhukam, Minggu (14/2/2021).

"Kan ada di zaman Pak JK juga, ketika mau ditindak orang ribut, ketika tidak ditindak juga orang ribut. Inilah demokrasi," kata dia lagi.

Baca juga: Aurel Hermansyah Positif Covid-19, Atta Halilintar Langsung Lakukan Tes PCR, Bagaimana Hasilnya?

Oleh karena itu, menurut Mahfud, pemerintah menyerap masukan yang sifatnya kritik saja untuk kemudian dipertimbangkan dalam kebijakan-kebijakan yang diambil.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga mengatakan, pihaknya tak bisa melarang orang melapor ke polisi.

Ia lantas mencontohkan laporan polisi yag dilayangkan keluarga Kalla. 

"Bahkan juga keluarga Pak JK melapor ke polisi. Siapa itu? Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke polisi karena nyebut apa?" ujar Mahfud.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved