VIDEO Eiger Gelar Diskon 20 Hingga 50 Persen untuk Semua Produk, Terakhir Hari Ini
Diskon tersebut diberikan Eiger dengan rincian 20% untuk semua produk (all item) dan 50% untuk produk tertentu (selected item), seperti tas dan jaket
Penulis: MNur Ichsan Arief | Editor: Murtopo
WARTAKOTALIVE.COM -- Ada kabar gembira bagi para pecinta produk outdoor Eiger (Eigerian), pasalnya perusahaan yang memproduksi peralatan dan perlengkapan outdoor tersebut memberikan diskon sebesar 20%-50% untuk seluruh produknya.
Diskon tersebut diberikan Eiger dengan rincian 20% untuk semua produk (all item) dan 50% untuk produk tertentu (selected item), seperti tas, jaket, celana, sepatu.
Diskon di toko Eiger berlaku mulai tanggal 12 hingga 14 Februari ini.
Pantauan wartakotalive.com, di salah satu store di Jakarta, di toko ini terpampang tulisan promo diskon 50 % yang tertulis dengan huruf yang cukup besar, sehingga bisa terbaca jelas dan menarik perhatian pengunjung untuk datang dan mampir ke toko tersebut, meski diantaranya hanya sekedar melihat-melihat beragam produk peralatan dan perlengkapan outdoor berkualitas bagus ini.
Baca juga: CEO Eiger Bikin Video Permintaan Maaf, Warganet: Lighting Gelap, Ada Noice, Jadi Tolong Dihapus Saja
Baca juga: TAK Banyak yang Tahu, CEO EIGER Ronny Lukito Punya 6 Merek Tas Lain, Kalian Pasti Pernah Pakai Juga
Setelah ditunggu-tunggu netizen, akhirnya produsen perlengkapan dan peralatan outdoor, PT Eigerindo Multi Produk Industri, atau Eiger Indonesia memberikan diskon.
Diskon Eiger diberikan mulai 20 persen hingga 50 persen di untuk semua produknya
Eiger diskon diberlakukan di seluruh tokonya.
Informasi diskon Eiger itu diunggah di akun Instagram-nya @eigeradventure pada Kamis (12/2/2021).
Baca juga: Ternyata Bukan Cuma EIGER, Ini Daftar Merek Tas Milik Ronny Lukito yang Semuanya Terkenal
"Terima kasih Eigerian sudah mengingatkan kami. Sekarang giliran kami mengapresiasi teman-teman," tulisnya.
Dari tanggal 12-14 Februari 2021, Eigerian bisa menikmati diskon 20%-50% untuk semua produk EIGER berlaku di Eiger Adventure Store (EAS) dan Eiger Store di seluruh Indonesia serta official website eigeradventure.com.
Jangan sampai kelewatan dan selamat berbelanja, Eigerian!
Diskon juga berlaku di official website eigeradventure.com.
Tidak hanya di akun Instagram resminya, diskon ini juga terpampang jelas di banner official website eigeradventure.com.
Baca juga: Usai Kasus Surat Keberatan Jadi Tenang, EIGER Bakal Keluarkan DISKON
Konsumen hanya perlu mengetuk banner tersebut, kemudian produk lengkap dengan harga yang telah didiskon akan muncul.
Pantauan Tribunnews.com, Jumat (12/2/2021) tas laptop Migrate 2.0 Digi 18L, misalnya, sebelumnya dijual Rp 469.000,00 turun harga menjadi Rp 329.000,00.
Kemudian tas laptop Z-Vellocity 1.0 1F semula dijual Rp 500.000,00 didiskon menjadi Rp 349.000,00.
Celana cargo panjang untuk wanita, Harcourt Cargo WS semula dijual Rp 449.000,00 kini menjadi Rp 219.000,00.
Kacamata motor Avenue Sunglasses RD yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 450.000,00 didiskon menjadi Rp 229.000,00.
Masih banyak perlengkapan dan peralatan outdoor dari Eiger lainnya yang didiskon.
Bagi Anda yang tertarik menilik diskon spesial ini bisa kunjungi eigeradventure.com atau di link berikut.
CEO Eiger minta maaf
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Founder sekaligus CEO PT Eigerindo MPI, Ronny Lukito telah meminta maaf atas beredarnya surat keberatan yang disampaikan kepada sejumlah content creator yang me-review produk Eiger.
Ronny Lukito meminta maaf atas peristiwa surat keberatan kepada Eigerian, pengguna setia produk Eiger, komunitas, brand ambassador, mitra, para senior advicer, tim manajemen, dan seluruh masyarakat.
"Sungguh saya menyesal atas kejadian ini, saya sadar surat keberatan itu adalah salah dan tidak benar," ungkap Ronny melalui video yang diunggah YouTube Eiger Adventure, Jumat (5/2/2021).
Sejak viral kejadian ini, Ronny menyebut banyak orang bertanya-tanya, apakah ini merupakan tindakan sepihak yang dilakukan tim legal Eiger atau tidak.
"Dalam kesempatan ini izinkan saya menjelaskan bahwa surat keberatan tersebut adalah murni arahan dari saya," ucap Ronny.
Ronny bilang, sebetulnya tim internal sudah mengingatkan dan menjelaskan bahwa langkah tersebut tidaklah benar dan tepat.
"Namun saat itu, saya tetap bersikeras untuk dijalankan."
"Atas kejadian ini, tidak ada pihak yang perlu disalahkan, jelas yang salah adalah saya."
"Saya sebagai CEO bertanggung jawab penuh atas kejadian ini," ungkap Ronny.
Ronny menyebut, peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat luar biasa.
"Khususnya buat saya pribadi untuk menjadi orang yang lebih bijak, tidak ego, dan tidak arogan," ungkapnya.
"Saya yakin ini juga merupakan teguran dari Tuhan. Saya bersama tim Eiger berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan yang menyeluruh," ujar Ronny.
Kisah Perjalanan Eiger
Kasus viral medsos surat keberatan dari PT Eigerindo Multi Produk Industri terhadap seorang Youtuber, Dian Widiyanarko malah makin melambungkan nama Eiger sebagai salah satu produk perusahaan tersebut.
Keberatan ditujukan kepada Dian yang mereview dan menggungah di kanal Youtubenya @duniadian soal kacamata bersepeda Eiger Kerato.
Dian lalu menunggah surat keberatan itu ke akun Twitter dan Instagram-nya karena merasa keberatan Eiger itu tidak pada tempatnya.
Dian membuat konten review sendiri, bukan karena endorse.
Produk Eiger yang di-review juga dibeli sendiri oleh Dian.
Hingga kini, unggahan tersebut telah di-retwit sebanyak 27.300 kali dan disukai sebanyak lebih dari 74.000 kali oleh pengguna Twitter lainnya.
Tagar #Eiger pun menjadi trending topic pertama sampai Jumat (29/1/2021) siang ini.
Alih-alih menyelesaikan persolan, surat keberatan itu malah berbalik jadi rundungan warganet yang menilai Eiger tidak tahu berterima kasih.
Baca juga: Penuhi Standar WHO, Eiger Luncurkan Rangkaian Produk APD Medis dan Non Medis, Ini Keunggulannya
Tak tanggung-tanggung CEO PT Eigerindo MPI Ronny Lukito sendiri yang turun tangan menyampaikan permintaan maaf kepada Youtuber Dian Widiyanarko atas surat keberatan yang beredar luas di media sosial.
Kasus tersebut membuat publik kembali mengenang perjalanan sejarah Eiger sebagai produk anak bangsa yang membanggakan.
Ya, siapa tak kenal Eiger, produk peralatan pendukung kegiatan di alam bebas.
Bagaimana perjalanan sejarah produk Eiger itu dilahirkan di Bandung? Ikuti kisahnya yang diambil dari berbagai sumber seperti finansialku.com dan Kompas.com sebagai berikut:
Berawal di Bandung
Ronny Lukito lahir di Bandung, 15 Januari 1962 dari pasangan Lukman Lukito dan Kurniasih sebagai anak ketiga dari enam bersaudara.
Sebagai satu-satunya anak laki-laki, ia terbiasa bekerja keras karena lahir di lingkungan keluarga sederhana, bahkan bisa dikatakan cenderung kurang mampu.
Keluarga Ronny sehari-hari bekerja sebagai penjual tas buatan sendiri dengan merek Butterfly, yang diambil dari merek mesin jahit terkenal pada saat itu.
Karena kondisi ekonomi keluarga yang cukup sulit, Ronny memutuskan sekolah di STM supaya bisa langsung bekerja setelah lulus.
Baca juga: 2020, Tim Eiger Indonesia Mendaki Hkakabo Razi, Gunung Cantik di Asia Tenggara
Kala itu selesai sekolah Ronny membantu sang ayah mengambil bahan-bahan untuk pembuatan tas.
Sebelum pergi sekolah, ia juga berjualan susu dan sepulang sekolah ia menjadi montir bengkel motor.
Setelah lulus dari STM, Ronny sebenarnya ingin melanjutkan pendidikannya ke ITENAS.
Baca juga: Eiger Fokus Dukung Petualangan di Daerah Tropis
Namun, melihat keadaan ekonomi keluarganya, ia memprioritaskan untuk mendapat pekerjaan dibanding kuliah.
Belum sempat melamar kerja, kerabatnya menyarankan untuk meneruskan usaha tas yang dimiliki keluarganya.
Dari sinilah ia bisa mempelajari seluk-beluk pembuatan tas.
Mulai dari desain hingga bagaimana proses penjahitannya.
Ia juga mencoba memasukkan produksi tas keluarganya ini ke Matahari Departemen Store.
Walaupun tidak mendapat banyak order, ia tetap berusaha mengembangkan usaha keluarganya tersebut.
Produksi sendiri
Tak lama setelah bekerja di toko tas keluarga, Ronny yang memiliki jiwa entrepreneur mencoba membuka toko tasnya sendiri dengan modal kurang dari Rp1 juta.
Kala itu, ia menggunakannya untuk membeli dua buah mesin jahit, peralatan jahit, dan beberapa bahan untuk membuat tas.
Di tahun 1983-1984, Ronny memulai produksi tasnya sendiri dengan dibantu seorang penjahit bernama Mang Uwon.
Baca juga: Eiger Adventure Flagship Store di Jakarta Baru Buka, Tawarkan Diskon Hingga 60 Persen
Karena pengalaman sebelumnya, Ronny juga ingin memasukkan tas produksinya ini ke Matahari Departemen Store, namun berkali-kali ditolak.
Tidak tinggal diam, ia terus berkreasi hingga akhirnya di pengajuan yang ke-13 kalinya.
Akhirnya produknya pun diterima, meski waktu itu penjualannya tidak lebih dari Rp 300.000.
Kala itu tas pertama yang ia produksi diberi nama Exxon.
Digugat hak paten
Melihat adanya celah dalam ekspansi bisnis, ia kemudian mulai berkeliling ke daerah-daerah untuk mencari partner yang bersedia menjadi pengecer tas produksinya.
Dia berkeliling dari daerah ke kota kemudian kembali ke daerah lainnya untuk mempromosikan produk sekaligus membangun jaringan pemasaran.
Baca juga: Eiger Dukung Penjelajahan Putri Handayani di Kutub Selatan dan Darius Sinathrya di Himalaya
Walaupun masih dalam tahap awal memulai bisnis tasnya, ia merasa tidak begitu menguasai pengetahuan dunia usaha dan pemasaran sehingga memutuskan untuk menggunakan jasa seorang konsultan.
Ronny juga banyak belajar secara privat mengenai pengetahuan manajemen dan juga mengambil kursus manajemen keuangan.
Bila ada seminar atau kursus yang menurutnya bagus, ia berusaha untuk menghadirinya.
Ia juga membaca buku-buku yang relevan untuk menunjang pengembangan bisnisnya.
Baca juga: Tren Gowes, Eiger Rilis Tas dan Sarung Tangan Terbaru buat Pesepeda, Ini Keunggulan dan Harganya
Pada tahun 1986, Ronny memutuskan untuk memperbesar jumlah produksi dan membeli rumah seluas 600m2 sebagai tempat produksi di daerah Kopo, Bandung.
Sebelumnya, pada tahun 1984 ia juga membeli rumah dengan luas dan peruntukan yang sama.
Setelah menikah di tahun 1986, ia kemudian mulai mempekerjakan marketing profesional untuk usahanya tersebut.
Dari sini, ia mulai mencari nama baru untuk tasnya.
Rupanya ia mendapat komplain tentang hak paten dari produsen tas Exxon dari AS, yaitu Exxon Mobil Corporation.
Oleh karena itu, tas-tas produksinya ini kemudian diberi nama Exsport (singkatan dari Exxon Sport).
Keputusannya tersebut sangat tepat. Tas-tas hasil produksinya perlahan mulai diterima di pasaran luas.
Toko-toko retail seperti Matahari, Ramayana, Gramedia, Gunung Agung, dan department store lain ikut menjualkan produknya.
Ransel Eiger
Setelah tasnya diterima di pasaran, pada tahun 1993 ia mulai memproduksi tas Eiger.
Nama Eiger diambil dari salah satu gunung yang ada di Swiss, Gunung Eiger, yang disebut-sebut gunung tersulit didaki ketiga di dunia.
Sesuai dengan namanya, tas berbentuk ransel ini dibuat untuk keperluan pendakian, panjat tebing, camping, dan aktivitas outdoor lainnya.
Pada awalnya, Eiger hanya memproduksi ransel saja dan didistribusikan terbatas pada kelompok-kelompok pencinta alam.
Tetapi lama-kelamaan Eiger juga merambah ke peralatan pendakian gunung lainnya dan dijual secara luas.
Karena permintaan yang kian meningkat, pada tahun 1998, Ronny Lukito kemudian membangun pabrik Eiger pertama di Jalan Cihampelas, Bandung.
Baca juga: Petualangan Mencari Jejak dan Rasa di Web Series Eiger
Namun krisis moneter yang melanda Indonesia di tahun 1998 tak lantas membuat Ronny Lukito berhenti di tengah jalan.
Walaupun terlilit utang cukup banyak, usahanya masih tetap bertahan, bahkan ia tidak perlu mem-PHK satu pun karyawannya.
Dengan terus bekerja keras, ia memulihkan kembali usahanya dan terus maju memperkenalkan Eiger ke banyak orang.
Baca juga: 2020 Eiger Siap Masuk Pasar Global
Hasilnya, sejak 1999, usahanya ini sudah menyebar ke sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Cina, Vietnam, hingga Korea Selatan.
Saat ini, Ronny Lukito menjadi pemilik sekaligus pemimpin dari B&B inc.
Salah satu grup perusahaan terbesar di Indonesia itu menaungi 4 cabang perusahaan, yaitu PT Eksonindo Multi Product Industry yang memproduksi ransel dan tas kasual dengan merek dagang Exsport.
Baca juga: Eiger Luncurkan Hijab dan Women Series Full Range untuk Para Wanita Petualang
Berikutnya PT Eigerindo Multi Product Industry, PT Eksonindo Multi Product Industry Senajaya yang memproduksi produk dengan merek dagang Bodypack, dan CV Persada Abadi.
(Tribunnews.com/Fajar/Gilang Putranto)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Eiger Gelar Diskon hingga 50 Persen Untuk Semua Produknya, Hanya di Tanggal 12-14 Februari 2021
Reporter : Nur Ichsan
Video Editor :Luttex