2020, Tim Eiger Indonesia Mendaki Hkakabo Razi, Gunung Cantik di Asia Tenggara
Tahun 2020, tim Eiger Indonesia bertekad mendaki Hkakabo Razi (5.881m), gunung cantik di Asia Tenggara yang medannya tergolong sulit.
WARTA KOTA, PALMERAH-Eiger, produsen peralatan pendukung petualangan di alam bebas menyiapkan tim untuk mendaki Gunung Hkakabo Razi (5.881m) di Myanmar pada 2020.
Pendakian gunung yang dikenal sebagai salah satu gunung dengan medan paling kejam di dunia itu akan digelar bersama pendaki dari sejumlah negara lainnya.
"Tim sudah dipersiakan sejak 2014 dan akan bergabung dengan tim internasional yang beranggota sekurangnya tujuh pendaki dari tujuh negara. Kita belajar dari para pendaki internasional. Kalau ambisi memang ada, tapi semangat kita Merah Putih banget. Kami ingin mempersembahkan karya anak bangsa ini," tutur Galih Donikara, ketua tim Eiger Adventure Service Team (EAST) yang ikut mempersiapkan pendakian Hkakabo Razi dalam keterangan pers, Rabu (28/2/2018) di Jakarta.
Marketing Communications Manager PT Eigerindo Multi Produk Industri (pemegang brand Eiger) Arif Husein mengatakan, pendakian Gunung Hkakabo Razi memang tergolong berat.
Untuk mencapai base camp-nya saja dari dusun terakhir diperlukan waktu 19-20 hari menempuh hutan yang masih perawan sejauh 209 kilometer.
Gunung Hkakabo Razi dipilih karena memiliki karakteristik kombinasi hutan tropis dan salju. Ini sejalan dengan misi Eiger menjadi produsen spesialis alat-alat outdoor untuk di daerah tropis dengan tag line Tropical Adventure mulai 2018.
"Di dunia pendakian ada istilah naik haji yaitu naik gunung ke 7 puncak dunia. Ada satu gunung di Asia Tenggara, itu yang cocok untuk istilah naik haji yaitu Hkakabo Razi," kata Arief.
Galih mengatakan, pendakian Gunung Hkakabo Razi terbilang menarik dan berbahaya. Sejumlah tim pendaki sebelumnya gagal untuk mendaki gunung di perbatasan Myanmar dan China tersebut.
"Gunung ini memang menarik dan berbahaya. Hkakabo Razi berada di ujung tenggara Pegunungan Himalaya. Hutan rimbanya perawan. Tahun ini kami akan survei ke titik awal pendakian. Kami akan bekerjasama antar pemerintah," tuturnya.
Pada 2015, tim pendaki Hkakabo Razi dari Ekspedisi North Face-National Geographic gagal mencapai puncak gunung tersebut.
Tim yang terdiri dari pendaki berpengalaman Mark Jenkins, Renan Ozturk, Emily Harrington, dan Hillary O Neill menghentikan ekspedisi setelah berjuang selama lebih dari dua bulan berada di gunung itu.
Saat memutuskan berhenti, tim sudah sekitar 240 meter dari titik tertinggi yang diperkirakan puncak gunung tersebut.
Misi tim adalah mengukur ketinggian sesungguhnya dari gunung tersebut yang masih menjadi bahan perdebatan mengenai gunung tertinggi di Asia Tenggara.
Kawasan puncak gunung cantik itu digambarkan seperti punggungan bergerigi dengan beberapa kerucut bukit batu bersaput es dan salju.
Masih ada beberapa gigir gunung yang harus dilalui tim untuk menggapai puncak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/hkakabo-razi_20180301_180540.jpg)