Virus Corona

Aparat yang Bisa Turunkan Angka Kasus Covid-19 Bakal Dapat Ganjaran Ini dari Kapolda Metro Jaya

Di samping penegakan disiplin, dia juga meminta jajarannya untuk melakukan pelacakan, pengetesan, dan perawatan.

Warta Kota/Joko Suprianto
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengunjungi Pasar Senen Jakarta Pusat, Senin (1/2). Kunjungannya ini dalam rangka monitoring kepatuhan masyarakat dalam bermasker sekaligus membagikan masker kepada warga. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memastikan bakal ada penghargaan bagi jajarannya yang berhasil mengendalikan Covid-19 di wilayahnya masing-masing

"Kalau bapak bisa menurunkan Covid-19, bisa menurunkan zona merah ke hijau dan bertahan selama tiga bulan, apa rewardnya?"

"Tidak akan mengecewakan," kata Fadil di hadapan jajarannya di Mapendam, Cililitan, Jumat (12/2/2021).

Baca juga: Dipolisikan Gegara Komentari Kematian Maaher, Novel Baswedan Anggap Aneh dan Tak Penting

Dia mengatakan, Babinsa bisa pindah ke reserse atau melalui usulan Sekolah Instruksi Polisi (SIP).

"Cukup Kapolda yang memiliki kewenangan," imbuh Fadil.

Maka dari itu, di samping penegakan disiplin, dia juga meminta jajarannya untuk melakukan pelacakan, pengetesan, dan perawatan.

Baca juga: Bareskrim Bakal Periksa Saksi Lain Terkait Cuitan Abu Janda Soal Islam Arogan, Siapa?

"Memang ini yang bisa memutus mata rantai Covid-19."

"Setelah diketahui status kesehatan langkah-langkah kuratif bisa dilakukan seperti treatment," papar Fadil.

TNI-Polri Jadi Vaksinator dan Tracer Covid-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membutuhkan 30 tracer Covid-19, untuk men-tracing 100 ribu penduduk.

Tracer, katanya, harus tersebar di seluruh desa atau RW di Indonesia.

"Untuk penduduk indonesia yang jumlahnya lebih 271 juta, maka kira-kira dibutuhkan 80.0000 tracer di Indonesia."

Berstatus Tahanan Kejaksaan, Komnas HAM akan Tanya Korps Adhyaksa Soal Kematian Maaher At-Thuwailibi

"Dan mesti tersebar di seluruh desa," kata Budi Gunadi, usai Apel Serentak Kesiapan Bhabinkabtimas dan Tenaga Kesehatan Polri sebagai Tracer dan Vaksinator Covid-19 di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (11/2/2021).

Sedangkan Kemenkes, katanya tidak punya petugas sebanyak 80.000 untuk menjadi tracer.

"Yang punya hanya Polri dan TNI."

Dituding Mangkir Sidang Praperadilan Anggota FPI yang Ditembak Polisi, Komnas HAM: Tak Diundang

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved