Breaking News:

Virus Corona

Usulan Lockdown Akhir Pekan, Epidemiolog: Kalau Hanya Dua Hari Ya Tidak Efektif

Menurutnya, lockdown yang efektif paling tidak memenuhi masa inkubasi virus, yakni 2 minggu sampai 28 hari.

Editor: Yaspen Martinus
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi COVID-19 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dicky Budiman, epidemiolog Universitas Griffith Australia mengatakan, lockdown akhir pekan sama sekali tidak memberi dampak signifikan pada pengendalian kasus Covid-19.

Menurutnya, lockdown yang efektif paling tidak memenuhi masa inkubasi virus, yakni 2 minggu sampai 28 hari.

"Masa inkubasi Virus Corona ini 2-14 hari."

Diseret Demokrat Soal Isu Kudeta AHY, Nasdem: Terlalu Sering Nonton Game of Thrones, PKB: Ngaco!

"Kalau hanya dua hari ya tidak efektif," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunnews, Sabtu (6/2/2021).

Dicky menegaskan, usulan kebijakan lockdown akhir pekan sebagai bentuk kebingungan pemerintah daerah dalam menangani Covid-19.

"Termasuk kebingungan pemerintah daerah untuk menyikapi situasi saat ini," tegas Dicky.

1.250 WNI Jadi Teroris di Suriah dan Irak, Ada yang Tewas, Ditahan, dan Tinggal di Tenda Pengungsian

Untuk itu ia mengatakan, UU 6/2018 tentang Karantina Kesehatan perlu direvisi.

Jika tidak, maka makin banyak daerah yang akan menerapkan kebijakan yang tidak efektif.

"Regulasi (UU) Nomor 6 Tahun 2018 ini harus direvisi."

UPDATE Covid-19 di Indonesia 5 Februari 2021: 11.749 Pasien Baru, 9.674 Sembuh, 201 Meninggal

"Karena tidak cukup memberikan pilihan solusi efektif yang melahirkan banyak daerah membuat inovasi sendiri-sendiri."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved