Breaking News:

Korupsi di PT Asabri

Kejar Aset Tersangka Korupsi Asabri di Luar Negeri, Kejaksaan Agung Bentuk Tim Khusus

Aset-aset itu dikejar untuk menutupi kerugian negara yang diperkirakan hingga Rp 23 triliun.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Kejaksaan Agung mengejar aset-aset tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asabri (Persero). 

1. HD atau HRD, Dirut PT Asabri 2011-Maret 2016

Pada 2012-2016, yang bersangkutan membuat kesepakatan dengan PT.

Untuk mengatur dan mengendalikan transaksi dan investasi saham dan Reksadana PT Asabri, melalui tersangka BT dan pihak yang terafiliasi dengan BT dan LP, yang merugikan PT Asabri dan menguntungkan BT, LP dan pihak yang terafiliasi dengan BT.

2. SW, Direktur Utama PT Asabri Maret 2016 sampai Juli 2020

Pada 2016-2019, yang bersangkutan membuat kesepakatan dengan HH untuk mengatur dan mengendalikan saham dan reksadana PT Asabri Persero melalui HH, dan pihak yang terafiliasi dengan HH.

Yang merugikan PT Asabri dan menguntungkan HH dan pihak yang terafiliasi dengan HH.

3. BE, Mantan Direktur Keuangan Asabri Oktober 2008-Juni 2014

4. HS, Direktur PT Asabri Persero 2013-2014 dan 2015-2019

5. IWS, Kabid Investasi PT Asabri Juli 2012- Januari 2017

BE, HS, dan IWS bertanggung jawab dalam perencanaan dan pengelolaan investasi keuangan serta pengendalian.

Menyetujui pengaturan dan pengendalian investasi saham dan reksadana PT Asabri yang dilakukan oleh BT dan HH, tanpa melalui analisis fundamental dan analisis teknikal yang merugikan PT Asabri dan menguntungkan BT dan HH.

6. LP, Direktur Utama PT Prima Jaringan

7. BTS, Direktur PT Hanson Internasional

8. HH, PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra

LP, BT, dan HH adalah pihak swasta yang mengatur investasi saham dan reksadana dalam portofolio milik PT Asabri.

Caranya, dengan memasukkan saham-saham milik LP, BT, dan HH yang harganya telah dimanipulasi menjadi portofolio milik PT Asabri.

Juga, mengendalikan transaksi dan serta investasi milik Asabri yang didasarkan kesepakatan dengan Direksi PT Asabri yang menguntungkan LP, BT, dan HH, serta merugikan PT Asabri.

Terlibat Kasus Jiwasraya

Kejaksaan Agung menyampaikan, terdakwa kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Benny Tjokosaputro dan Heru Hidayat, diduga menjadi otak kasus korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Keduanya juga diketahui termasuk dalam daftar nama yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi PT Asabri.

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyatakan, keduanya diduga kuat turut terlibat sebagai pengendali pengelolaan dana investasi Asabri yang kemudian bermasalah.

Baca juga: Tanggapi Cuitan Abu Janda, Romo Benny: Agama Bukan Komodifikasi Olok-olok, Bijaksana Lah

"Seluruh kegiatan investasi PT Asabri pada kurun waktu 2012-2019 tidak dikendalikan oleh PT Asabri (Persero)."

"Namun sepenuhnya dikendalikan oleh HH (Heru Hidayat), BTS (Benny Tjokrosaputro), dan LP (Lukman Purnomosidi/Direktur Utama PT Prima Jaringan)," ungkap Leonard di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Akibatnya, kata Leonard, penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus memperkirakan negara merugi hingga Rp 23,7 triliun.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Umum Dimulai Akhir April 2021, Setelah TNI dan Polri

Namun, mereka masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terkait nominal pastinya.

"Kerugian negaranya hingga saat ini masih dalam penghitungan BPK."

"Namun, sementara yang ditaksir penyidik mencapai Rp 23.739.936.916.742,58," paparnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved