Breaking News:

Imlek

Tahun Baru Imlek Era Soeharto Dilarang Dirayakan Depan Publik, Radio Tidak Boleh Putar Lagu Mandarin

Tahun Baru Imlek era Soeharto dilarang merayakan Imlek depan publik, larangan menampilkan huruf mandarin, serta radio dilarang putar lagu mandarin.

Editor: Panji Baskhara
NET
Tahun Baru Imlek era Soeharto dilarang merayakan Imlek depan publik, larangan menampilkan huruf mandarin, serta radio dilarang putar lagu mandarin. Foto: Soeharto saat dilantik jadi Presiden 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di Tahun Baru Imlek era Soeharto terbilang kelam, lantaran adanya kebijakan larangan perayaan Imlek di Indonesia.

Saat itu, Soeharto melarang merayakan Imlek depan publik, larangan menampilkan huruf mandarin, serta radio dilarang memutar lagu mandarin.

Momen Imlek era pemerintahan Soeharto, para warga Tionghoa hanya diperbolehkan merayakan Imlek secara internal atau keluarga.

Berikut ini, sejarah Imlek di Indonesia dari masa ke masa melansir artikel Harian Kompas, 8 Februari 2005 lalu.

Baca juga: Apple Bikin Film Pendek Tentang Legenda Imlek, Syuting Pakai Kamera iPhone 12 Pro Max, Ini Videonya

Baca juga: Apa itu Angpao? Berikut Ini Legenda Asal Muasal Hingga Sejarah Singkat Angpao dalam Perayaan Imlek

Baca juga: 7 Jenis Kue Imlek Wajib Disajikan yang Melambangkan Rejeki dan Mendatangkan Kebahagiaan

Diketahui, ada 21 peraturan perundangan yang diterapkan Presiden Soeharto.

Puluhan aturan itu terkait warga keturunan Tionghoa yang tidak lama setelah ia memperoleh Supersemar atau Surat Perintah Sebelas Maret.

Inpres Nomor 14 Tahun 1967

Ketika itu, Presiden Soeharto mengeluarkan Inpres Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama Kepercayaan dan Adat Istiadat China.

Berdasarkan Inpres itu, Presiden Soeharto langsung memberikan instruksi ke Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan segenap badan serta alat pemerintah di pusat dan daerah.

Halaman
1234
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved