Breaking News:

PSBB DKI Jakarta

Kompak dengan Pempus yang Perpanjang PPKM, Anies Baswedan Juga Perpanjang PSBB DKI Jakarta

Kebijakan yang dikeluarkan Anies sejalan dengan pemerintah pusat yang memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat Pulau Jawa-Bali

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
Instagram @aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang pemberlakukan PSBB pengetatan 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua pekan dari Selasa, 26 Januari sampai Senin, 8 Februari 2021.

Perpanjangan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 51 Tahun 2021 terkait Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah.

Kebijakan yang dikeluarkan Anies sejalan dengan pemerintah pusat yang memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Pulau Jawa-Bali.

Sebelumnya kebijakan itu juga berlaku dua pekan dari 11-25 Januari 2021.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Meningkat Menjadi 249.815 Kasus, PSBB DKI Diperpanjang hingga 8 Februari 2021

Baca juga: Ekonomi Makin Berat, SBY Banting Stir Jualan Nasi Goreng di Cafe Lavani, Tak Takut Dibully

Selain itu keputusan tersebut juga didasari dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta soal laju pertambahan kasus aktif di Jakarta dalam dua minggu terakhir yang masih tinggi.

Kasus aktif pada 11 Januari 2021 sebanyak 17.946 dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 208.583 kasus. 

Sedangkan per tanggal 24 Januari 2021, jumlah kasus aktif meningkat sebesar 34 persen menjadi 24.224 orang, dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 249.815 kasus.

Baca juga: Pilkada DKI Tetap Digelar 2022, Apa Benar Bu Risma Siap Jadi Lawan Terkuat Anies Baswedan?

“Jumlah kasus aktif sebesar 24.224 ini melampaui dari titik tertinggi kasus aktif yang ada di Jakarta, sehingga ini merupakan pesan kepada kita semua bahwa pandemi belum berakhir," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin (25/1/2021).

Selain kasusnya cukup tinggi, tingkat ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di Jakarta juga semakin menipis.

Hingga 24 Januari, jumlah tempat tidur isolasi hanya menyisakan 14 persen atau 1.101 unit.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved