Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Tabur Bunga, Bibir Keluarga Korban SJ 182 Bergetar Sebut Nama Tuhan
Sebagian bergegas untuk kembali ke tenda di atas geladak helikopter tersebut, sambil menahan tangis.
Tak lagi saling menyapa
Meski kumasih harapkanmu.."
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito dan Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid, sebelumnya mendatangi satu per satu perwakilan keluarga yang turut naik KRI Semarang untuk tabur bunga.
Baca juga: ICW: Jika Biarkan Polisi Rangkap Jabatan, Komitmen Pemberantasan Korupsi Listyo Patut Dipertanyakan
Bagus dan Rasyid menguatkan mereka, dengan mengajak para keluarga bersabar dan terus mendoakan para korban tragedi tersebut.
Ketika ditanya keluarga korban tentang penghentian operasi SAR, Bagus mengatakan pihaknya tetap memantau secara aktif.
"Dihentikan secara ininya (operasi SAR), tetapi pemantauan terus dilaksanakan," kata Bagus di geladak helikopter KRI Semarang.
Baca juga: KNKT Tetap Cari CVR Sriwijaya Air SJ 182 Meski Operasi SAR Diakhiri
Perwakilan keluarga korban mulai bertolak ke sekitar lokasi jatuhnya pesawat di sekitar Pulau Laki, menggunakan KRI Semarang, dari Dermaga JICT II pada Jumat (22/1/2021) pukul 06.30 WIB.
Satu per satu mereka naik ke dek helikopter KRI Semarang.
Di dek helikopter tersebut, tenda transparan berukuran besar dan ratusan kursi telah disiapkan.
Baca juga: Operasi SAR Ditutup, Tim DVI Polri Tetap Lanjutkan Identifikasi Jenazah Korban SJ 182
Mereka kemudian menempati tempat duduk dan tenda yang telah disediakan.
Dari ratusan kursi tersebut, hanya sekira seperempatnya yang terisi oleh keluarga korban.
Tidak hanya para keluarga korban, sejumlah pilot, pramugari, dan karyawan Sriwijaya Air juga tampak ikut dalam rombongan.
Baca juga: Operasi SAR Ditutup, Besok Keluarga Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
Berdasarkan penjelasan petugas, pelayaran diikuti oleh 194 orang.
Pelayaran selesai sekira pukul 14.00 WIB.
Operasi SAR gabungan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ditutup pada Kamis (21/1/2021).
Baca juga: Jadi Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo Berharap Tak Ada Lagi Bahasa Kriminalisasi Ulama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/tabur-bunga-keluarga-korban-kecelakaan-sj-182.jpg)