Breaking News:

Pendistribusian Uang BST di Kantor RT/RW Tidak Dibenarkan, Risma Bakal Berikan Sanksi Ini ke PT Pos

Risma menuturkan seharusnya BST dikirimkan oleh PT Pos Indonesia langsung ke rumah para KPM.

Istimewa
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat ditemui di Kota Bekasi, Kamis (21/1/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Kasus penyelewengan dana bantuan sosial tunai (BST) di Kota Bekasi berbuntut panjang.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan dirinya akan menegur PT Pos Indonesia terkait persoalan itu.

Seperti diberitakan, pengurus RW 01 Kelurahan Pejuang, Kecamatan Bekasi Utara, melakukan pemotongan dana BST sebesar Rp 100.000 kepada keluarga penerima manfaat (KPM) untuk diberikan kepada warga yang belum terdaftar.

“Itu yang (program) apa itu? BST ya? Oleh? PT Pos. Nanti akan saya buat surat teguran,” ucap Risma di Bekasi, Kamis (21/1/2021).

Risma menuturkan seharusnya BST dikirimkan oleh PT Pos Indonesia langsung ke rumah para KPM.

Ia pun tak membenarkan apabila bansos uang senilai Rp 300.000 itu, dibagikan secara kolektif di kantor RT atau RW.

“Enggak bisa itu kalau di (kantor) RT/RW. Harusnya ke rumah. Nanti saya buat teguran lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bantuan Sosial Tunai (BST) di RW 01, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi dipotong pengurus RW sebesar Rp100 ribu.

Pengurus RW beralasan dipotongnya dana tersebut untuk dibagikan kepada warga yang tidak menerima BST sebesar Rp 80.000.

Kemudian Rp10.000 untuk pengurus yang mendistribusikan bansos dan Rp10.000 untuk uang kas RW.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved