Vaksinasi Covid19
Pemerintah Siap Luncurkan Vaksinasi Covid-19 Berbayar, tapi Harus Murah, Orang Kaya Diminta Sabar
Pemerintah membuka sinyal vaksinasi Covid-19 mandiri alias berbayar, setelah menerima saran dari sejumlah pihak.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pemerintah membuka sinyal vaksinasi Covid-19 mandiri alias berbayar, setelah menerima saran dari sejumlah pihak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya terbuka atas saran tersebut, asalkan memenuhi prinsip cepat, murah, dan menjangkau seluruh rakyat Indonesia.
"Jadi apapun mekanismenya tadi saya terbuka, asalkan itu secepat-cepatnya, semurah-murahnya."
Baca juga: Rencana Kapolri Baru Larang Polantas Tilang di Jalan, ITW: Butuh Kesiapan Mental dan Perilaku
"Dan sebanyak-banyak untuk seluruh rakyat Indonesia," ujarnya dalam Kompas100 CEO Forum yang digelar virtual, Kamis (21/1/2021).
Ia mengatakan, Presiden Jokowi telah memberikan mandat vaksin adalah hak gratis untuk seluruh rakyat, serta akan diberikan merata untuk segala macam golongan.
"Jangan sampai kelihatan satu golongan tertentu bisa mendapatkan akses yang lebih dapat lebih dulu."
Baca juga: Teriakan Setuju dan Tepuk Tangan Sambut Penetapan Kapolri Baru di Sidang Paripurna DPR
"Jadi kalau temen-temen yang ada yang ingin membantu, boleh, tapi tolong dipahami, karena sifatnya berlaku untuk semua rakyat, harus terjadi enggak bisa hanya sekelompok saja, enggak akan ada gunanya juga," sambung Budi.
Ia menerangkan, tahapan vaksinasi diawali dengan sasaran 1,4 juta petugas kesehatan yang berlangsung pada Januari-Februari.
Kemudian, kepada pekerja publik sebanyak 17 juta, serta lansia sebanyak 25 juta.
Baca juga: Hidupnya Hancur Gara-gara Kasus Djoko Tjandra, Pinangki Minta Ampun kepada Majelis Hakim
Dan dilanjutkan pada akhir April atau awal Mei, diharapkan vaksinasi kepada masyarakat umum.
Menurut Budi, pemerintah membuat pelaksanaan vaksinasi secara bertahap dengan berbagai macam pertimbangan.
Selain ketersediaan vaksin, risiko penularan lebih rentan terjadi pada petugas kesehatan dan petugas publik, serta usia lanjut, sehingga diutamakan.
Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 Indonesia 21 Januari 2021: Pasien Baru Tambah 11.703 Orang, 9.087 Sembuh
"Jadi mohon pengertiannya Bapak Ibu, kita akan melakukan penyuntikan untuk publik itu antara akhir April sama Mei."
"Tolong itu juga dipahami, dijaga tahapan ini. Kalau kita mau loncat, tolong pikirkan bagaimana dampaknya ke orang-orang," tutur Budi.
Beruntung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/vaksinasi-di-istana-1.jpg)