Tips Otomotif

Awas, Jangan Injak Rem Saat Ban Pecah di Jalan Tol, Lebih Baik Injak Gas dan Tahan Setir, Lho Kok?!

Bila mengalami pecah ban di jalan tol, usahakan semaksimal mungkin kurangi kepanikan. Selain itu, jangan injak rem, karena itu justru membahayakan!

Instagram/@roda2blog
ILUSTRASI Ban pecah. Salah satu penyebab kecelakaan tunggal di jalan tol adalah akibat ban pecah. Ketika mengalami ini, jangan sekali-sekali langsung injak rem! 

Kejadian ban pecah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi fisik ban hingga tertusuk benda tajam.

Bahkan, tekanan udara yang kurang pun juga dapat membuat ban pecah.

Jika tekanan udara kurang, kawat di dinding ban dapat mengalami stress.

Dinding ban yang berfungsi sebagai penahan utama bobot mobil ke jalan jadi tidak mampu lagi bekerja dengan baik.

“Kalau sudah terus-terusan seperti ini, kawat bisa putus, hingga membuat dinding ban sobek. Apalagi saat berjalan, ban cenderung menjadi panas,” ujar Rozi.

Baca juga: Geser Toyota Avanza, Honda Brio Cetak Sejarah Jadi Mobil Paling Laku, Ini 10 Mobil Terlaris 2020

Baca juga: Didukung Avanza, Rush, dan Innova, Ini Strategi Toyota Indonesia Dominasi Pasar Mobil Tanah Air 2020

Perhatikan speed index dan load index

Tak sedikit insiden kecelakaan yang terjadi di jalan tol disebabkan oleh pecah ban.

Penyebab terjadinya pecah ban bisa dari berbagai faktor.

Tiap ban mobil diciptakan memiliki ketahanan atau batasan yang berbeda-beda terhadap kecepatan maksimum atau beban maksimum dari mobil itu sendiri.

Untuk meminimalisasi terjadinya pecah ban saat melaju di jalan tol, tiap pengemudi disarankan untuk memperhatikan speed index (indeks kecepatan) dan load index (indeks muatan) pada ban mobilnya.

Tiap ban memiliki batasan yang berbeda-beda dan dituliskan dalam sebuah kode.

Kode tersebut dapat dilihat di setiap dinding ban, tepatnya dua kode terakhir.

"Di setiap ban itu ada speed index-nya masing-masing. Nah, setiap mobil sesuai kemampuannya pabrikan sudah menyesuaikan ban dengan spesifikasi seperti speed index apa yang cocok untuk kemampuan setiap mobil," ujar Marcell Kurniawan Direktur Pelatihan The Real Driving Center, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Load index menggunakan kode angka dua digit, sedangkan speed index menggunakan kode atau simbol huruf.

Misalkan, kode yang tertera pada ban adalah 175/65 R14 82H.

Maka 82 adalah load index dan H adalah speed index.

Berikut daftar load index dan speed index:

Daftar load index dan speed index ban
Daftar load index dan speed index ban (Kompasiana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ingat, Jangan Injak Rem Saat Ban Pecah di Jalan Tol" Penulis: Donny Dwisatryo Priyantoro

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved