Aplikasi

Banyak yang Sarankan Berhenti Pakai WhatsApp, Pendiri Signal Justru Minta Sebaliknya, Mengapa?

Meski mengakui 'ketiban untung' dengan kebijakan WhatsApp yang bikin kontroversi, pendiri Signal tak menyarankan pengguna meninggalkan WhatsApp.

Screenshot/thenewsminute.com
Brian Acton, pendiri Signal. Acton yang juga pendiri WhatsApp bersama Jan Koum, sebelum dibeli Facebook, tidak menyarankan para pengguna meninggalkan WhatsApp. 

"Saya tidak memiliki keinginan untuk melakukan semua hal yang dilakukan WhatsApp. Keinginan saya adalah memberikan orang pilihan.."

WARTAKOTALIVE.COM - Di tengah munculnya kontroversi pembaruan kebijakan privasi WhatsApp, aplikasi Signal justru mendadak terkenal.

Tak cuma soal jumlah pengguna Signal yang meningkat tajam, tetapi juga adanya beberapa orang tokoh atau berpengaruh yang terang-terangan pindah ke aplikasi Signal dan meninggalkan WhatsApp.

Akan tetapi, pendiri Signal yang juga merupakan pendiri WhatsApp, Brian Acton, justru tidak mengatakan bahwa orang-orang harus meninggalkan WhatsApp.

Sebaliknya, dia mengatakan Signal adalah pilihan.

Baca juga: Akhirnya Kebijakan Privasi Baru WhatsApp Ditunda, Tidak Ada Akun yang Dihapus 8 Februari Mendatang

Baca juga: Ditunda, Banyak yang Bingung dengan Kebijakan Privasi Baru WhatsApp, Ini 5 Poin Klarifikasi

Ia pun membayangkan orang-orang menggunakan Signal untuk percakapan dengan keluarga dan teman dekat mereka, dan WhatsApp digunakan untuk chat lainnya.

Namun, di sisi lain, Acton juga berujar tidak akan meniru apa yang dilakukan WhatsApp ke penggunanya.

"Saya tidak memiliki keinginan untuk melakukan semua hal yang dilakukan WhatsApp. Keinginan saya adalah memberikan orang pilihan," kata Acton dalam wawancara dengan Tech Crunch.

Jika tidak ada pilihan, lanjut Acton, pengguna akan terjebak di kebijakan tersebut.

Baca juga: Menengok Aplikasi Signal, Pesaing WhatsApp Rekomendasi Elon Musk, Diklaim Lebih Privasi dan Aman

Baca juga: Pengguna Baru Aplikasi Telegram dan Signal Naik Drastis, Ini Klarifikasi WhatsApp soal Kebijakannya

Aplikasi Signal, aplikasi pesan instan yang direkomendasikan orang terkaya di dunia yang juga CEO Tesla, Elon Musk.
Aplikasi Signal, aplikasi pesan instan yang direkomendasikan orang terkaya di dunia yang juga CEO Tesla, Elon Musk. (CNet)

Tak setuju, akun akan dihapus

Untuk diketahui, awal Januari lalu, WhatsApp menggelontorkan pengumuman kepada pengguna bahwa mereka akan membagikan data dengan induk perusahaan, Facebook.

Kebijakan ini harus disetujui atau jika tidak, akun pengguna akan dihapus setelah tanggal 8 Februari.

Baru-baru ini, WhatsApp mengundur pemberlakuan kebijakan menjadi 15 Mei dengan alasan banyak penggunanya yang bingung dan informasi simpang siur terkait perubahan kebijakannya.

Baca juga: Buka Toko Eksklusif di Indonesia, Ini 8 Laptop MSI Terbaru dengan Kartu Grafis NVIDIA GeForce RTX 30

Baca juga: Ini Fitur dan Layanan Baru GoJek di Awal Tahun, dari Fitur Bayar Parkir dan Tol hingga Simpan Alamat

Beda model bisnis

Acton yang juga pendiri WhatsApp, menganggap "kebijakan" privasi baru yang diumumkan memang rumit.

Menurut dia, WhatsApp sedang bergulat dengan keinginan menggabungkan fitur-fitur terkait monetisasi sambil tetap melindungi privasi.

"Kami juga senang ada pembicaraan tentang perivasi online dan keamanan digital, kemudian orang-orang pindah ke Signal sebagai jawaban," kata Acton.

Dia mengatakan, model bisnis yang dilakukan Signal berbeda dengan WhatsApp.

Signal akan mengandalkan pendapatan dari donasi untuk menjalankan bisnis, bukan dengan jalur monetisasi sebagaimana dipaparkan Tech Crunch, Senin (18/1/2021).

Untuk menjaga keseimbangan bisnis, Acton mengatakan Signal hanya memiliki staf kurang dari 50 orang.

Baca juga: Deretan Suzuki Buatan Cikarang dan Tambun Dominasi Penjualan Sepanjang 2020, Apa Lagi Selain XL7?

Baca juga: Garena Gelar Turnamen E-Sport Free Fire Master League Season III, Hadiah Rp 1,5 Miliar Ini Jadwalnya

ILUSTRASI WhatsApp (Aplikasi WhatsApp)
ILUSTRASI WhatsApp (Aplikasi WhatsApp) (Phone Arena)

Ketiban untung

Acton, tidak menampik aplikasinya ketiban untung di tengah isu privasi yang menimpa WhatsApp.

Dia enggan menyebutkan seberapa besar pertumbuhan Signal paska perubahan kebijakan privasi WhatsApp.

Namun dia mengatakan, Signal memuncaki daftar aplikasi poluler di Apps Store di 40 negara dan Play Store di 18 negara.

Menurut analisis firma riset Sensor Tower, Signal meraih 1,2 juta unduhan setelah WhatsApp mengumumkan kebijakan barunya tanggal 7 Januari lalu.

Berbanding terbalik, jumlah unduhan WhatsApp yang cukup signifikan, yakni sebesar 11 persen di tujuh hari pertama tahun 2021.

Peringkat WhatsApp sebagai aplikasi populer juga menurun di Android maupun iOS.

Bukan cuma Signal, Telegram juga mengalami peningkatan jumlah pengguna.

Telegram mengklaim dalam 72 jam, ada 25 juta pengguna baru.

Kini Telegram mengklaim memiliki lebih dari 525 juta pengguna aktif harian.

Orang terkaya di dunia

Salah satu tokoh atau orang berpengaruh yang mengajak orang lain untuk menggunakan Aplikasi Signal adalah Elon Musk. 

Orang terkaya di dunia yang juga pemilik perusahaan mobil listrik Tesla dan roket SpaceX ini menyarankan aplikasi Signal ke pengikutnya (followers) di Twitter.

"Pakai Signal", twit Elon.

Baca juga: Pengguna Baru Aplikasi Telegram dan Signal Naik Drastis, Ini Klarifikasi WhatsApp soal Kebijakannya

Baca juga: Terkait RUU Perlindungan Data Pribadi, Kemenkominfo Panggil Facebook dan WhatsApp

Menurut laporan The Verge, setelah dipromosikan oleh Elon Musk, Signal kebanjiran pengguna baru sehingga membuat server mereka kepayahan dalam mengirimkan kode verifikasi untuk pengguna baru.

Bukan cuma Elon Musk, pada 2016 lalu, whistleblower fenomenal, Edward Snowden juga "mempromosikan" Signal.

Baca juga: Dampak Pemberlakuan PPKM Hari Ini, Rupiah Ditutup Melemah 105 Poin

Baca juga: Ini Daftar 10 Saham Termahal di Lantai Bursa Efek Indonesia 2021, IHSG Diproyeksi Meningkat

Menengok Signal

Lalu, apa sebenarnya aplikasi Signal?

Signal adalah aplikasi perpesanan sebagaimana WhatsApp.

Aplikasi ini bisa diunduh di platform Android maupun iOS dan tersedia pula untuk versi desktop.

Baca juga: Ini Daftar Ponsel yang Sudah Tidak Bisa Menggunakan Whatsapp Pada Tahun 2021

Baca juga: Cara Mengetahui WhatsApp Disadap Orang Lain, Aksi Penyadapan WhatsApp Bisa Langsung Dihentikan

Seperti WhatsApp, Signal juga bisa digunakan secara gratis dan terenkripsi.

Antarmuka aplikasi ini hampir serupa dengan WhatsApp, termasuk fitur-fitur di dalamnya.

Tak heran, sebab pembuatnya adalah orang yang sama.

Signal dikembangkan oleh Signal Foundation dan Signal Messenger LLC.

Signal Foundation adalah lembaga non-profit yang didirikan oleh founder WhatsApp, Brian Acton pada tahun 2018, setelah dirinya hengkang dari Facebook Inc.

Berbeda dengan WhatsApp, Signal dikembangkan dengan model swadaya.

Pengguna bisa menjadi donatur untuk Signal Foundation yang menyebut ingin mengembangkan layanan komunikasi yang mengutamakan privasi.

Privasi

Dirangkum dari Cnet, agak sulit mengalahkan Signal dalam urusan privasi.

Aplikasi ini disebut tidak menyimpan data penggunanya sama sekali.

Hal ini juga diungkap Forbes yang memaparkan perbandingan metadata dari berbagai aplikasi perpesanan, seperti WhatsApp, iMessage, Facebook Messenger, dan Signal.

Dari tabel yang ditampilkan, Signal tidak menghimpun data apa pun dari penggunanya, selisih yang jauh berbeda dari metadata yang dihimpun WhatsApp dan Facebook Messenger.

Dalam laman kebijakan privasinya, Signal mengklaim bahwa mereka menggunakan enkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption) dan sistem keamanan yang modern.

Semua pesan dan panggilan pengguna akan dienkripsi sepenuhnya.

"Mereka (data pengguna) tidak akan dibagikan atau dilihat oleh siapapun kecuali anda dan penerima pesan," begitu catatan kebijakan privasi Signal.

Tabel perbandingan metadata antara aplikasi Signal, WhatsApp, iMessege, dan Facebook Messenger yang dirangkum Forbes.
Tabel perbandingan metadata antara aplikasi Signal, WhatsApp, iMessege, dan Facebook Messenger yang dirangkum Forbes. (Forbes)

Tidak hanya pesan, informasi pengguna, termasuk nomor yang digunakan untuk registrasi, profil, dan foto profil juga akan dienkripsi.

Pada 2018 lalu, Signal memperkenalkan Sealed Sender, fitur privasi mutakhir yang akan menyembunyikan siapa pengirim pesan dan siapa penerimanya.

Fitur ini akan semakin melindungi metadata pengguna di sistem back-end.

Mirip WhatsApp

Soal fitu di Signal sebenarnya persis seperti yang tersedia di WhatsApp, termasuk fitur dasar seperti pesan teks, gambar, video, suara, GIF, dan dokumen.

Signal juga memiliki fitur mute, video call personal dan grup hingga lima orang.

Ada pula fitur disappearing messages atau menghapus pesan otomatis yang baru-baru ini ditambahkan WhatsApp.

Bedanya, di Signal pengguna bisa mengatur waktu kapan pesan otomatis terhapus, mulai dari 5 detik hingga 7 hari.

Sementara WhatsApp hanya menyediakan default hapus pesan setelah 7 hari.

Karena kemiripan fitur ini, kemungkinan besar pengguna WhatsApp yang hijrah ke Signal tidak akan menemukan kesulitan dalam beradaptasi.

Aplikasi Signal bisa diunduh di Play Store (Android) atau App Store (iOS).

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendiri Signal Tidak Sarankan Pengguna Berhenti Pakai WhatsApp" Penulis: Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved