Sabtu, 18 April 2026

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Basarnas Evaluasi Pencarian Korban dan Puing Pesawat Sriwijaya SJ 182

Badan SAR Nasional (Basarnas) melakukan perpanjangan proses pencarian korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ182 hingga Senin (18/1/2021).

Penulis: Joko Supriyanto |
Warta Kota/Joko Supriyanto
Pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih terus dilakukan hingga hari ke-9. Temuan-temuan itu dikumpulkan di posko SAR Terpadu Sriwijaya Air SJ-182 di dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

WARTAKOTALIVE.COM,TANJUNG PRIOK - Badan SAR Nasional (Basarnas) melakukan perpanjangan proses pencarian korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ182 hingga Senin (18/1/2021).

Kendati demikian belum diketahui apakah pencarian korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 akan dilakukan perpanjangan atau tidak.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas Bambang Suryo Aji mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk memutuskan tentang kelanjutan operasi SAR Sriwijaya Air.

"Kita melihat hasil nanti karena kan perpanjangan pertama itu kan sampai dengan hari Senin. Nanti akan kita evaluasi  apakah mau diperpanjang atau tidak menunggu hasil evaluasi besok," kata Bambang Suryo Aji, Minggu (17/1/2021).

Bambang menilai, tim SAR belum menemukan perekam pembicaraan pilot di kokpit (cockpit voice recorder/CVR).

Baca juga: UPDATE Suasana Posko SAR Terpadu JICT Hari Ke-9, Semakin Banyak Puing Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan

Baca juga: Kabar Terbaru, Sebanyak 188 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ182 Sudah Diterima Tim DVI

Selain itu, body part korban SJ182 terus ditemukan petugas di lapangan setiap harinya.

Masih ditemukan body part korban SJ182, dapat membantu proses indentifikasi yang dilakukan tim DVI Mabes Polri di RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

"Nanti kita lihat perkembangannya apakah di sana berkurang. Kalau di lapangan masih keliatan banyak korban yang masih kita evakuasi, kita akan terus melaksanakan evakuasi," katanya.

Bambang menambahkan, proses pencarian juga mempertimbangkan kondisi cuaca.

Alasannya, di titik pencarian selain angin dan arus bawah laut cukup kencang, terkadang menghambat proses pencarian korban dan puing pesawat.

"Yang menjadi persoalan sekarang adalah memang cuaca, karena di tempat lokasi itu selain angin dan arus bawah itu yang cukup kencang," ujarnya.

Menurut dia, keadaan cuaca itu mempengaruhi pelaksanaan pencarian khususnya pencarian CVR dan korban Sriwijaya Air.

Baca juga: 17 Korban Teridentifikasi Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Dapat Santunan Jasa Raharja Rp 50 Juta

Baca juga: Total 298 Kantong Jenazah Dikumpulkan hingga Hari ke-8 Operasi SAR Sriwijaya Air SJ-182

Maksimalkan pencarian CVR dan ROV

Hingga saat ini, Basarnas terus melakukan pencarian perekam pembicaraan pilot di kokpit (cockpit voice recorder/CVR) di titik lokasi Pesawat Sriwijaya SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Bahkan Tim SAR Gabungan terus bekerja melakukan pencarian yang dilakukan tim penyelam hingga memaksimalkan menggunakan remotely operated vehicle (ROV).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved