Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Hujan Air Mata Warnai Pemakaman Isti Yudha Prastika, Pramugari Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Satu per satu pelayat tak kuasa menitikkan air matanya berbarengan dengan diturunkannya peti jenazah Isti pramugari pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ 182

Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Irianingsih ibu dari almarhumah Isti Yudha Prastika pramugari pesawat Sriwijaya Air SJ 128 saat menghadiri prosesi pemakaman sang anak di TPU Pondok Petir. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOJONGSARI - Isti Yudha Prastika (34) pramugari pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ 182 telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok pada Sabtu (16/1/2021).

Prosesi pemakaman Isti Yudha Prastika korban pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ 182 berlangsung dengan haru saat peti jenazah mulai masuk ke liang lahat yang berukuran 2,5 x 1,5 meter itu. 

Satu per satu pelayat yang mengikuti jalannya prosesi pemakaman Isti Yudha Prastika korban pesawat jatuh Sriwijaya Air SJ 182tak kuasa menitikkan air matanya saat diturunkannya peti jenazah.

Baca juga: WNI di Abu Dhabi ini Disuntik Vaksin Covid-19 Merek Sinopharm dari China, Berikut Ceritanya

Baca juga: Banjir Impor Beras dari Vietnam, Pedagang di Pasar Induk Cipinang Menjerit

Baca juga: Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 181,5 Juta Penduduk, Ini Sasaran Warga yang Didahulukan 

Sang ibu yang bernama Irianingsih semakin tak kuasa menahan air matanya itu tatkala makam dari sang anak secara perlahan mulai berbentuk gundukan tanah. 

Sembari berdoa dan meratapi makam almarhumah, sang ibu semakin tak dapat mengendalikan luapan kesedihan yang dirasanya. 

Tak hanya keluarga, sejumlah pramugari Nam Air yang menjadi rekan profesi korban turut hadir pada prosesi pemakaman tersebut. 

Lalu secara satu per satu para pramugari tersebut tak kuat menahan tangisannya sembari mengeluhkan pas foto almarhumah yang diletakkan tepat di atas makam. 

Diwartakan sebelumnya, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi sejumlah jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. 

Dari sejumlah identifikasi sejumlah jenazah tersebut, tercantum nama Isti Yudha Prastika (34) selaku pramugari Nam Air yang menjadi korban jatuhnya pesawat. 

Irfan Defrizon selaku kakak dari Isti mengatakan saat ini pihak keluarga sedang menjemput jenazah adik tercintanya itu di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. 

"Iya sudah teridentifikasi, saat ini sedang penjemputan dari pihak keluarga," katanya saat dihubungi, Tangsel, Sabtu (16/1/2021).

Irfan menjelaskan usai penjemputan, jenazah terlebih dulu dibawa ke rumah duka yang beralamat di Perumahan Reni Jaya RW 06, Jalan Sumatera 9, Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangsel untuk disalatkan. 

Kemudian pihak keluarga berencana melakukan pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Petir, Bojongsari, Depok usai ibadah dilakukan. 

"Isti nanti dikuburkan di dekat rumah orangtua setelah D

Baca juga: Datangi RS Yarsi, Yusuf Mansyur Ceritakan Detik-detik Syekh Ali Jaber Menghembuskan Nafas Terakhir

Baca juga: Profil Ribka Tjiptaning yang Tolak Vaksin Covid-19, Seorang Dokter dan Keturunan Ningrat

Baca juga: Jadwal KRL Selasa 12 Januari 2021, Berlaku Selama Aturan Pembatasan Jawa-Bali Hingga 25 Januari 2021

zuhur," ucapnya. 

Sementara itu, dari informasi warga setempat pemasangan bendera kuning yang diatas namakan almarhumah Isti baru dipasang pada malam hari Jumat, 15 Januari 2021.

Pemasangan dilakukan usai pihak keluarga mendapat keterangan dari pihak kepolisian terkait jenazah Isti yang telah dapat diidentifikasi. 

Adapun pantauan Wartakotalive.com,  rumah duka korban telah ramai didatangi sanak keluarga, sejawat, maupun warga setempat. 

Nantinya, para pelayat berencana melakukan salat jenazah di Masjid Nurul Husanan Reni Jaya, Pondok Benda, Pamulang sebelum jenazah dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Jenazah Pilot Afwan

Sudah sepekan lamanya, peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air Sj 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Namun, selama sepekan itu, jenazah Kapten Afwan pilot pesawat Sriwijaya Air Sj 182 tak kunjung ditemukan.

Pihak keluarga Kapten Afwan pilot pesawat Sriwijaya Air Sj 182 pun bersiap melakukan langkah selanjutnya.

Dikutip dari TribunBogor, selama tujuh hari berturut-turut, keluarga besar Captain Afwan, pilot Sriwijaya Air SJ 182 menggelar pengajian di kediaman almarhum di Perumahan Bumi Cibinong Endah, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Baca juga: WNI di Abu Dhabi ini Disuntik Vaksin Covid-19 Merek Sinopharm dari China, Berikut Ceritanya

Baca juga: Banjir Impor Beras dari Vietnam, Pedagang di Pasar Induk Cipinang Menjerit

Baca juga: Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 181,5 Juta Penduduk, Ini Sasaran Warga yang Didahulukan 

Sahabat Captain Afwan, Saeful Anwar mengungkapkan istri dan anak Captain Afwan sedikit demi sedikit sudah bangkit dari kesedihannya.

"Istrinya sudah move on, anaknya juga kelihatan sudah ceria. Takziah ini kita pelan-pelan tapi pasti menghadapi sebuah musibah, artinya keikhlasan itu terbangun dengan kita sering bertakziah," kata sahabat Captain Afwan, Saeful Anwar di kediaman keluarga, Rabu (13/1/2021) malam.

Pengajian ini diikuti keluarga bersama warga setempat dengan peserta dibatasi dengan jumlah belasan orang demi mencegah kerumunan.

"Insya Allah selama tujuh hari ini akan menghatamkan 1 juz Surat Al-Baqarah," kata Saeful.

Dia menjelaskan pengajian tersebut berlangsung sekitar 1 jam dengan dibagi dua sesi, yakni sesi membaca Al-quran dan tausiah motivasi untuk keluarga dan kerabat.

"Setelah baca Al-quran, nasihat lah, pemahaman ibadah," ungkapnya.

Selain itu, pihak keluarga juga menggelar shalat ghaib untuk mendoakan yang terbaik bagi Captain Afwan.

Saeful Anwar menuturkan bahwa shalat ghaib ini juga atas keputusan pihak keluarga.

"Ini dari istrinya, karena sudah mengikhlaskan dengan dasar mungkin temuan yang sekarang sudah kelihatan, juga dengan nasihat-nasihat takziah sebelumnya itu sudah menerima bahwa ini takdir Allah," terang Saeful

Baca juga: Datangi RS Yarsi, Yusuf Mansyur Ceritakan Detik-detik Syekh Ali Jaber Menghembuskan Nafas Terakhir

Baca juga: Profil Ribka Tjiptaning yang Tolak Vaksin Covid-19, Seorang Dokter dan Keturunan Ningrat

Baca juga: Jadwal KRL Selasa 12 Januari 2021, Berlaku Selama Aturan Pembatasan Jawa-Bali Hingga 25 Januari 2021

Rencana pemakaman

Pihak keluarga pilot Sriwijaya Air SJ 182 Captain Afwan sudah ikhlas menerima musibah yang menimpa sang pilot.

Hal ini dikatakan oleh sahabat sekaligus tetangga dari Captain Afwan, Saeful Anwar.

Saeful Anwar yang juga tinggal di lingkungan Perumahan Bumi Cibinong Endah bertugas di bidang pemakaman ini mengaku bahwa pihak keluarga sudah membahas soal pemakaman Captain Afwan.

Keluarga meminta jasad Captain Afwan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umun (TPU) Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Insya Allah di Pondok Rajeg. Kebetulan saya mendapat amanah mengurus jenazah di lingkungan sini," kata Saeful Anwar kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (13/1/2021) malam.

Dia menjelaskan bahwa jika jasad Captain Afwan tidak ditemukan, maka keluarga cukup tabur bunga.

Jika jasad Captain Afwan ditemukan, keluarga memilih untuk dimakamkan di TPU Pondok Rajeg.

"Kalau ketemu misalkan tubuhnya ketemu artinya wujudnya ada nih, saya pikir mau dimakamkan di Tangerang di keluarganya, ternyata beliau istrinya itu (meminta) di sini aja yang deket, di Pondok Rajeg," katanya.

Foto Profil WhatsApp

Keluarga menyatakan kebenaran tentang foto profil WhatsApp pilot kapten Afwan yang viral di media sosial.

Kapten Awfan, pilot Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu, dikenal sebagai orang yang baik dan saleh.

Setidaknya hal itu tercermin dari foto profil akun WhatsApp-nya yang menampilkan kutipan yang menyebut kata terbang dan surga.

Tampilan dari akun tersebut berisi gambar pria yang tengah melakukan salat dengan kostum Superman mengenakan sarung merah.

Sementara kata-kata dalam foto profil tersebut tertulis, "setinggi apapun aku terbang, tidak akan mencapai surga bila tidak salat lima waktu."

Lalu di bagian bawah gambar tersebut tertulis tagar #supermantaubat dan #kamukapan?.

Foto profil dengan kutipan ini beredar luas di media sosial beberapa saat setelah hilangnya Sriwijaya Air SJ 182.

Keponakan Captain Afwan, Ferza Mahardika membenarkan bahwa gambar tersebut berasal dari akun WhatsApp pamannya Kapten Awfan.

"Betul mas. Tetapi itu status WA, tetapi DP (display picture/foto profil) beliau," kata Ferza Mahardika di Bumi Cibinong Endah, Kabupaten Bogor, Selasa (12/1/2021).

Namun Ferza mengaku dirinya tidak tahu menahu apakah foto profil itu baru-baru ini dipasang atau memang sudah lama.

"Kapan DP itu dipasang, saya juga kurang tahu persis,” ungkapnya.

Baca juga: Inilah Detik-detik Terakhir Penumpang Angkot 02 di Kota Bogor Selamat dari Kebakaran

Menurut dia, Kapten Ferza memang tidak pernah lupa untuk menunaikan sholat lima waktu.

“Dia selalu memberi panutan bagi semua anggota keluarga untuk tidak lupa sholat,” paparnya.

Selain itu, setiap ada acara kumpul keluarga, pamannya juga selalu memberikan tausiah.

“Dalam acara keluarga, dia sering memberikan tausiah. Pokoknya, sosok panutan buat kami,” jelas Ferza.

Hal senada diungkapkan Syaiful, tetangga  di sebelah rumah Kapten Afwan.

“Kapten Afwan seorang profesional muslim. Kalau lagi di darat, dia selalu berbaur dan sering memberikan tausiah di masjid,” ungkapnya.

Begitu pula pengakuan dari Argo, rekan sesama pilot di Sriwijaya Air.

“Kalau ketemu, Kapten Afwan selalu bertanya: sudah sholat belum?” papar Argo.

Hingga saat ini belum ada informasi soal keberadaan Kapten Afwan pasca jatuhnya pesawat Sriwijaya Air yang dikendalikannya.

“Hingga hari ini belum ada informasi lanjutan. Kami menunggu informasi dari Sriwijaya Air,” pungkas Ferza. (m23)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Gelar Pengajian 7 Hari, Keluarga Akan Lakukan Tabur Bunga Jika Jasad Captain Afwan Tidak Ditemukan

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved