Breaking News:

Banjir Impor Beras dari Vietnam, Pedagang di Pasar Induk Cipinang Menjerit

Masuknya 300 ton beras Vietnam akan mematikan beras nasional. Padahal berdasarkan data BPS, beras nasional 2020 diperkirakan surplus 2,3 juta ton

Warta Kota/Joko Supriyanto
(Ilustrasi) Beras impor berasal dari Vietnam mulai masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Masuknya beras impor Vietnam itu pun dikeluhkan para pedagang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Beras impor berasal dari Vietnam mulai masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Masuknya beras impor Vietnam itu pun dikeluhkan para pedagang.

Seperti halnya yang dikatakan Wakil Ketua Umum Perpadi (Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras) Billy Haryanto, mengatakan 300 ton beras dari Vietnam masuk ke Pasar Cipinang pada Rabu, (13/1/2021).

"Beras masuk tiba-tiba, tentu ini berimbas pada beras lokal, hari ini saja 300 ton," kata Billy di Kawasan Senayan, Jakarta, Rabu, (13/1/2021).

Baca juga: Kisah Agesti Ayu yang Penjarakan Ibu Kandungnya, Ngotot tidak Cabut Laporan, ini Alasannya

Baca juga: Fungsi Black Box yang Kini sedang Dicari di Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh di Kepulauan Seribu

Baca juga: Ramai Dikaitkan dengan Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ 182, Apa Itu Post Mortem dan Ante Mortem?

Ia mengatakan bahwa masuknya beras Vietnam tersebut akan mematikan beras nasional.

Karena harga beras dibanderol Rp 9 ribu, hampir sama dengan harga beras di Cipinang.

Billy heran dengan masuknya beras impor Vietnam tersebut.

Pasalnya pada tahun ini stok beras aman. Berdasarkan data BPS, beras nasional tahun 2020 diperkirakan surplus 2,3 juta ton.

Selain itu menurutnya, impor beras putih biasa tidak dapat dilakukan sembarangan, karena harus melalui Bulog.

Hal itu berdasarkan Perpres Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum Bulog Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional.

Halaman
12
Editor: Mohamad Yusuf
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved