Breaking News:

Vaksinasi Covid19

WNI di Abu Dhabi ini Disuntik Vaksin Covid-19 Merek Sinopharm dari China, Berikut Ceritanya

Andika Rahmawati, WNI yang tinggal di Abu Dhabi telah disuntik Vaksin Covid-19 merek Sinopharm yang juga berasal dari China. Ia pun menceritakannya.

ERNESTO BENAVIDES / AFP
(Ilustrasi) Dalam foto file yang diambil pada 9 Desember 2020 ini, seorang petugas kesehatan menyiapkan jarum suntik untuk menyuntik sukarelawan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinopharm Tiongkok selama uji coba di Pusat Studi Klinis Universitas Heredia Cayetano di Lima, Peru. Uji coba fase 3 dari vaksin Virus Corona Sinopharm menemukan bahwa vaksin tersebut 79 persen efektif, kata perusahaan raksasa farmasi China pada 30 Desember 2020, lebih rendah dari vaksin saingannya yang dikembangkan Pfizer-BioNTech dan Moderna tetapi merupakan terobosan potensial dalam pertempuran untuk membendung pandemi di Asia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Andika Rahmawati, WNI yang tinggal di Abu Dhabi mengaku telah disuntik vaksin Covd-19 pada bulan lalu.

Vaksin Covid-19 yang disuntikan merek Sinopharm yang juga dari China.

Menurutnya, tidak ada keraguan sedikitpun untuk dilakukan vaksinasi Covid-19.

Hanya ada kekhawatiran sedikit apakah ada efek samping. Namun dorongan untuk bisa terhindar dari Covid-19 lebih besar ketimbang kekhawatirannya.

“Selama 10 bulan ini sangat ketat kebijakan di sini. Kami jadi jarang keluar rumah kalaupun keluar untuk grocery shopping,” kata perempuan yang disapa Akid dalam obrolan bersama Eka Hospital tentang  ‘mengenal vaksin virus corona’ pada Rabu (13/1/2021).

Vaksinasi pertama pada tanggal 15 Desember 2020, lalu vaksinasi kedua didapat pada 7 Januari 2021, ada sekitar 3 minggu jedanya.

“Enggak ada efek samping. Cuma ada nyeri karena bekas suntikan saja. Tapi itu kan biasa untuk semua suntikan juga begitu. Selebihnya normal-normal saja, nggak ada demam, meriang, atau sesak nafas,” ujarnya.

Setelah selesai divaksin ada aplikasi yang membuat semua kegiatan orang tersebut bisa ditrecking atau dipantau.

Lamanya selama 28 hari.

”Kalau biasanya habis bepergian harus karantina,  karena sudah divaksin tidak ada karantina lagi tapi menunjukan aplikasi vaksin saja walaupun tetap menunjukan hasil swab negative,” katanya.  

Halaman
1234
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved