Minggu, 12 April 2026

Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Guguran Awan Panas Meluncur Hingga Jarak 4,5 Kilometer

Gunung Semeru kembali erupsi pada Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 17.24 WIB.

KOMPAS TV
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, alami erupsi Selasa (3/3/2020) pukul 17.33 WIB 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Gunung Semeru kembali erupsi pada Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 17.24 WIB.

Erupsi Semeru mengeluarkan materi vulkanik dengan jarak luncur sekitar 4,5 kilometer.

Aktivitas vulkanik itu hingga kini masih berlangsung.

"Telah terjadi Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 KM pada Sabtu (16/1) pkl 17.24 WIB," tulis akun Twitter @BNPB_Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mendorong pembuatan jalur evakuasi bagi warga dan hewan ternak.

Hal itu sebagai mitigasi adanya ancaman guguran lahar panas dari aktivitas Gunung Semeru agar segera dibangun.

Baca juga: Mengaku Sakit, Dirut RS UMMI Bogor Ternyata Sehat Saat Didatangi Polisi, Langsung Diperiksa di Rumah

Hal itu dikatakan Doni saat meninjau lokasi terdampak guguran lahar Gunung Semeru di Desa Supiturang, Dusun Curah Koboan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (3/12/2020).

Doni sudah meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung pembangunan jalur evakuasi, sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana alam.

“Kami dari BNPB sudah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR," kata Doni.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 Indonesia 16 Januari 2021: Rekor Baru Beruntun, Pasien Positif Tambah 14.224

Selain jalur evakuasi, Doni juga mendorong agar pembuatan jalur aliran lahar dapat dibangun kembali.

Sehingga apabila terjadi guguran lahar tidak berdampak pada permukiman peduduk.

“Membangun sebuah jalur evakuasi yang bisa memudahkan masyarakat untuk menuju ke tempat yang aman."

Baca juga: Dianggap Bohong Soal Kondisi Kesehatan Mertuanya, Menantu Rizieq Shihab Dicecar 48 Pertanyaan

"Termasuk juga membangun kembali aliran lahar agar tidak mengarak ke permukiman penduduk,” imbuhnya.

Jalur evakuasi tersebut menjadi penting, sebab hingga sejauh ini sudah ada rambu evakuasi, akan tetapi jalur evakuasi belum memadai.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga melaporkan bahwa selain jalur evakuasi, pengerukan jalur aliran lahar juga harus menjadi prioritas.

Baca juga: Perlu Kajian, Pemerintah Belum Buka Vaksin Covid-19 Jalur Mandiri Alias Berbayar

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved