Vaksinasi Covid19
Perlu Kajian, Pemerintah Belum Buka Vaksin Covid-19 Jalur Mandiri Alias Berbayar
Ia mengatakan, perlu kajian dan diskusi lebih lanjut bersama pakar dan pihak terkait untuk membuka jalur tersebut.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Dr Siti Nadia Tarmizi MEpid menegaskan, pemerintah belum berencana membuka vaksinasi jalur mandiri alias berbayar.
Ia mengatakan, perlu kajian dan diskusi lebih lanjut bersama pakar dan pihak terkait untuk membuka jalur tersebut.
"Belum (dibuka jalur mandiri), masih perlu didiskusikan dan konsultasi serta dikaji lebih lanjut," ujar Nadia saat dikonfirmasi, Sabtu (16/1/2021).
Baca juga: KNKT Sukses Unduh Data FDR SJ 182, 330 Parameter dalam Kondisi Baik
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes ini menyatakan, pemerintah masih fokus menjalankan program vaksinasi Covid-19 gratis.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono juga menegaskan, hingga kini pemerintah belum membuka opsi penyuntikan vaksin Covid-19 secara mandiri alias berbayar
Dante menyebut, meski masyarakat memiliki finansial cukup dan berniat mendapat vaksin, tetap harus menunggu kloter vaksinasi atau sesuai timeline Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Baca juga: Ikut Tes Swab, Polisi Belum Temukan Keterlibatan MER-C pada Kasus Rizieq Shihab di RS UMMI
"Pengadaan vaksin dilakukan secara terorganisir oleh pemerintah, sehingga sementara belum dibuka dulu jalur vaksinasi mandiri yang dilakukan oleh swasta," kata Dante, disiarkan melalui Kanal YouTube Kemenkes, Kamis (14/1/2021) lalu.
Sebelumnya, pemerintah memulai program vaksinasi Covid-19 secara gratis pada Rabu, (13/01/2021) pagi.
Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang memulai sekaligus memperoleh suntikan dosis vaksin Covid-19 perdana.
Baca juga: DAFTAR Harta Kekayaan 5 Jenderal Calon Kapolri, Komjen Arief Sulistyanto Paling Tajir
Kepastian berjalannya program vaksinasi ini diperoleh setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat terhadap vaksin berdasarkan hasil uji klinis tahap tiga di Bandung dan data saintifik lainnya.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa halal bagi vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi ini.
Bersama Presiden pada sesi pertama vaksinasi, turut serta sejumlah perwakilan dari berbagai latar belakang dalam vaksinasi Covid-19 perdana yang dilaksanakan di beranda Istana Merdeka kali ini.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kotak Hitam Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan
Nama-nama perwakilan tersebut ialah:
1. Daeng Mohammad Faqih (Ketua Umum PB IDI);
2. Amirsyah Tambunan (Sekjen MUI sekaligus mewakili Muhammadiyah);
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/seorang-tenaga-kesehatan-di-rs-polri-tengah-menerima-vaksin-covid-19.jpg)