Minggu, 26 April 2026

Awan Panas Guguran Gunung Semeru Membubung Tinggi Sejauh 4,5 Km, ini Daerah yang akan Terdampak

saat ini Gunung Semeru masih berada pada level II atau 'Waspada' dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi.

Editor: Mohamad Yusuf
BNPB
Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru membubung tinggi dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer pada Sabtu (16/1) sore pukul 17.24 WIB. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru membubung tinggi dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer pada Sabtu (16/1) sore pukul 17.24 WIB.

Menurut laporan pengamatan visual sementara, terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar.

Sedangkan untuk hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin.

Adapun peristiwa tersebut juga dikonfirmasi oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bahwa perkiraan awal lokasi tersebut berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan.

"Gunung semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilo. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas," jelas Bupati Thoriqul dalam siaran tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (16/1/2021).

Mengenai status gunung, saat ini Gunung Semeru masih berada pada level II atau 'Waspada' dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.

Sementara itu, masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

Dalam hal ini, khususnya masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi, sebab hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin.

Hingga siaran pers ini diturunkan, tim gabungan lintas Kementerian/Lembaga masih dalam proses pengembangan informasi dan belum ada keterangan adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut.

Tanah Longsor di Menado

Bencana alam kembali melanda wilayah Indonesia. Saat ini terjadi bencana longsor di Kelurahan Perkamil, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu (16/1/2021) sore.

Akibat bencana longsor di Manado itu, sebanyak tiga orang tewas.

Di mana sebelumnya, telah terjadi bencana alam di beberapa wilayah Indonesia seperti longsor di Sumedang, Jawa Barat, lalu banjir di Kalimantan Barat, dan gempa bumi di Sulawesi Barat.

Dikutip dari Kompas.com,  Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Manado Donald Sambuaga menyatakan, ada tiga orang tewas akibat tertimbun longsoran tanah.

Baca juga: WNI di Abu Dhabi ini Disuntik Vaksin Covid-19 Merek Sinopharm dari China, Berikut Ceritanya

Baca juga: Banjir Impor Beras dari Vietnam, Pedagang di Pasar Induk Cipinang Menjerit

Baca juga: Pemerintah Targetkan Vaksinasi Covid-19 181,5 Juta Penduduk, Ini Sasaran Warga yang Didahulukan 

Ketiga korban bernama Fany Poluan (50), Arni Lorens (43), dan Chelsea (7).

"Korban longsor ada tiga orang. Saya sementara di lokasi ini," kata Donald saat dihubungi Kompas.com.

Donald menjelaskan, longsor terjadi karena curah hujan sedang hingga lebat melanda Kota Manado dua hari terakhir hingga Sabtu sore ini.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved